Jakarta - Tuan rumah Prancis akhirnya mampu melaju ke final Piala Eropa 2016 setelah mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 di Stade Velodrome, Marseille. Dua gol Antoine Griezmann membenamkan ambisi Jerman untuk mengawinkan gelar juara dunia (2014) dan juara Eropa.
Jerman harus bermain tanpa tiga pemain utama mereka, yaitu Mats Hummels yang terkena akumulasi kartu, serta Sami Khedira dan ujung tombak Mario Gomez yang keduanya mengalami cedera.
Pelatih Joachim Loew harus memutar otaknya dan pada akhirnya memainkan Benedikt Hoewedes dan Emre Can, serta Thomas Mueller, yang bukan berposisi alami sebagai penyerang, di posisi ujung tombak. Hal ini berpengaruh banyak pada jalannya pertandingan, terutama soal absennya Gomez.
Sementara Prancis tidak bernasib seperti Jerman. Didier Deschamps bisa memilih ke-23 pemain mereka, karena tidak ada satupun yang berhalangan. Namun, Deschamps ternyata memilih susunan pemain yang sama dengan saat mereka mengalahkan Islandia 5-2 di perempatfinal dengan formasi 4-2-3-1 yang dirasa bisa lebih memaksimalkan dua pemain terbaik mereka, Paul Pogba dan Griezmann.
Menguasai Pertandingan Belum Tentu Bisa Memenangkan Pertandingan
Jika kita menonton pertandingan semalam, tidak dipungkiri lagi Jerman adalah kesebelasan yang lebih baik dan lebih mampu mengalirkan permainan mereka. Ini dibuktikan dengan keunggulan penguasaan bola mereka, yaitu 67 persen berbanding 33 persen.
Toni Kroos dan Mesut Oezil menjadi pemain yang paling sering menguasai bola. Keduanya berkontribusi pada 19,6 persen possession seluruh permainan Jerman (bisa lihat gambar 2).
Sementara dari angka operan juga Jerman unggul jauh dari Prancis, dengan 643 operan (88 persen-nya akurat) berbanding 302 (78 persen-nya akurat). Begitu juga dengan dribel di mana Jerman unggul dengan 21 (13 berhasil) berbanding 15 (10 berhasil) untuk Prancis, serta tembakan ke gawang (Jerman lima on target dari 18, Prancis 6 dari 16).
Namun tiga paragraf di atas tidak ada artinya sama sekali jika kita sudah melihat skor akhir dengan keunggulan 2-0 untuk Prancis. Pertanyaannya adalah: kenapa?
Dari gambar di atas, kita bisa memetik empat poin penting kenapa penguasaan Jerman tidak berimbas pada skor akhir, yaitu: (1) kontribusi Can sangat minim meskipun ia bermain di tengah, (2) bola banyak yang 'mati' di kaki Julian Draxler, (3) Kapten Jerman, Bastian Schweinsteiger, bermain terlalu ke dalam, dan yang paling penting (4) hampir tidak ada jalur operan penghubung menuju ujung tombak, Mueller.
Sekarang mari kita bandingkan dengan Prancis. Dari gambar 3 di atas, Prancis mencoba membangun serangan mereka dengan tidak melalui lini tengah mereka (Pogba dan Blaise Matuidi). Mereka melakukannya dengan: (1) melalui bola lambung langsung ke depan, dan (2) melalui kedua sayap mereka, terutama Patrice Evra di kiri dan Bacary Sagna serta Moussa Sissoko di kanan.
Jerman Butuh Target Man
Setelah melihat poin nomor 4 pada gambar 2, absennya Gomez terbukti menjadi faktor krusial bagi kegagalan Jerman. Gomez adalah satu-satunya pemain Jerman yang mampu mencetak lebih dari satu gol di turnamen ini. Mereka sebenarnya sudah punya formula yang mujarab dalam menembus pertahanan Prancis, yaitu melalui umpan silang.
Jerman mengirimkan 28 umpan silang sepanjang pertandingan semifinal, dengan hanya 6 saja yang berhasil tepat sasaran, dan 4 di antaranya menjadi peluang. Sebenarnya ini angka yang sudah lebih dari cukup dan jauh dari kata mubazir (28 adalah angka yang wajar untuk crossing dalam 90 menit), hanya kekurangan Jerman ada pada pemanfaatan crossing tersebut.
Mereka yang sebelumnya memiliki Gomez, bisa banyak memanfaatkan umpan silang ini, yaitu dengan melakukan finishing langsung atau memantulkan bola menuju rekan lainnya yang berada pada posisi yang lebih menguntungkan (hasil dari Gomez yang pandai mencari ruang, lihat gol Draxler saat melawan Slovakia untuk memperjelas hal ini).
Namun tanpa Gomez, Jerman tidak memiliki opsi ujung tombak atau penyerang murni, apalagi dan khususnya, yang bertipikal target man. Hal di atas tidak dapat kita temukan pada Mueller (yang bahkan dua kali gagal mengeksekusi penalti), Leroy Sane yang berposisi alami lebih melebar, bahkan Lukas Podolski, apalagi Goetze yang tidak efektif.
Pemain-pemain yang disebutkan di atas adalah pemain yang dibawa oleh Loew ke Piala Eropa 2016. Tapi kami sedang tidak membicarakan Jerman di Piala Eropa 2016 saja, melainkan secara keseluruhan.
Jika kita melihat pemain lain yang tidak dibawa Loew, selain Miroslav Klose (37 tahun) yang sudah pensiun, apakah kita bisa menemukan sosok target man di Jerman?
Kami akan coba menyebut beberapa sambil membantu Anda menjawab pertanyaan barusan (dengan tinggi badan di atas 180 cm): Stefan Kiessling (31 tahun), Alexander Meier (32), Daniel Ginczek (24), Pierre-Michel Lasogga (23), Nils Petersen (26), Kevin Kuranyi (33), Sandro Wagner (27), Julian Schieber (26), Mark Uth (23), Tobias Werner (19), Davie Selke (20), ...?
Pertahanan yang Jadi Faktor Pembeda
Kedua kesebelasan sebenarnya sama-sama mampu tampil sebagai sebuah tim, hanya Prancis memang lebih solid. Kami juga tidak menyebut Jerman bermain buruk, mereka bahkan bermain lebih baik, hanya memang kurang efektif dalam hal penyelesaian akhir.
Tapi penyelesaian akhir bukan merupakan faktor paling krusial pada pertandingan ini. Gol pertama adalah melalui titik putih setelah Schweinsteiger tertangkap melakukan handsball pada saat sepakan pojok Prancis di akhir babak pertama.
Sementara gol kedua terjadi melalui skema serangan balik dan umpan silang Prancis, dikombinasikan dengan kesalahan Manuel Neuer dalam mengantisipasi bola. Jadi penyelesaian akhir bukan menjadi faktor paling krusial.
Faktor paling krusial pada pertandingan ini adalah, seperti yang sudah kami prediksikan sebelumnya, yaitu lini pertahanan.
Dari gambar lima bagian kanan (grafis permainan bertahan Prancis), kita bisa melihat sebanyak 30 dari 37 sapuan berhasil dilakukan oleh Prancis. Hal inilah yang menjadi kunci lainnya sampai-sampai Jerman tidak mampu memanfaatkan banyaknya umpan silang yang mereka lakukan, meskipun kami tidak menjamin hal yang sama akan terjadi jika ada sosok target man di Jerman.
Samuel Umtiti, yang secara permanen menggantikan Adil Rami yang absen pada perempatfinal karena akumulasi kartu, menjadi bintang di lini pertahanan Prancis. Pemain yang baru pindah ke Barcelona ini menyelesaikan 88 persen operannya, melakukan sembilan sapuan, satu iintersep, dua blok, dan memenangkan sebuah duel udara (50 persen).
Sementara itu di Jerman, absennya Hummels terasa secara tidak langsung. Baik Hoewedes, Jerome Boateng, maupun Shkodran Mustafi (yang menggantikan Boateng yang cedera di babak kedua) mampu bermain baik tapi tidak mampu tampil sebaik Hummels.
Hal ini tersoroti pada setidaknya tiga kesempatan, yang semuanya terjadi saat Prancis melakukan serangan balik. Bahkan gol kedua Prancis tercipta akibat dari kesalahan Neuer, yang pada pertandingan kali ini akhirnya kebobolan untuk pertama kalinya melalui skema open play (sebelumnya tiga kali kebobolan lewat sepakan penalti Bogdan Stancu, Leonardo Bonucci, dan Griezmann).
Kesimpulan
Tiga sub judul pada analisis pertandingan ini sebenarnya sudah mampu menyimpulkan apa yang terjadi pada pertandingan antara Jerman melawan Prancis: menguasai pertandingan belum tentu memenangkan pertandingan, Jerman butuh target man, dan pentingnya pertahanan.
Tanpa bermaksud meremehkan Portugal, sejujurnya Prancis akan menjadi favorit di final nanti di Stade de France, Saint-Denis, Senin dini hari yang akan datang (11/07/2016) pukul 02:00 dinihari WIB.
Prancis agak sama dengan Jerman dalam soal kolektivitas tim. Mereka tidak mengandalkan satu at
au dua pemain saja untuk bisa bermain baik. Meskipun Griezmann menjadi top skor sementara dengan 6 gol, kita tidak bisa mengesampingkan pemain-pemain lainnya seperti Dimitri Payet, Paul Pogba, dan bahkan Olivier Giroud.
Prancis dan Didier Deschamps sudah selangkah lagi untuk menjuarai Piala Eropa di atas tanah mereka sendiri. Mengalahkan Jerman pastinya akan menyuntikkan kepercayaan diri yang tinggi.
========================================================
^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO
PROMOTION :
- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon
Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :
Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 335A68F2
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia






daftar togel online
ReplyDeleteAgent togel Singapore terpercaya
Agen togel
agen togel online
agen togel terpercaya
buku mimpi
agen togel singapore
Togel online