Tuesday, July 5, 2016
Home »
» Info Bola - Keberuntungan Portugal dan Kerja Keras Para Gelandangnya
Info Bola - Keberuntungan Portugal dan Kerja Keras Para Gelandangnya
Info Bola - Pelatih Portugal, Fernando Santos, sempat mewanti-wanti jika tim nasional (timnas) besutannya itu adalah kesebelasan yang harus diwaspadai di Piala Eropa 2016. Dan ucapan Santos itu menjadi kenyataan sebab Portugal berhasil melangkahkan kakinya sampai semifinal.
Sebetulnya pencapaian itu lumrah bagi Portugal yang selalu berbicara banyak di Piala Eropa. Portugal selalu masuk semifinal dari tujuh Piala Eropa yang terakhir diikutinya.
Tapi, pada Piala Eropa kali ini langkah Portugal ke semifinal berbeda dari biasanya. Mereka lolos ke semifinal tanpa memenangi satu pun pertandingan selama 90 menit. Portugal lolos dari Grup F dengan bermodalkan tiga kali seri, sehingga masuk ke dalam kategori peringkat tiga terbaik yang bisa lolos ke 16 besar. Kemudian mereka mengalahkan Kroasia di babak 16 besar melalui gol yang dicetak pada perpanjangan waktu. Dan terakhir, Portugal mengalahkan Polandia melalui adu penalti.
Atas hasil-hasil di atas, banyak yang menganggap Portugal tidak layak atas pencapaiannya saat ini. Mereka hanya dianggap "beruntung" bisa mencapai semifinal Piala Eropa 2016.
Hal yang paling disorot dalam permainan Portugal adalah peran Cristiano Ronaldo. Ia adalah pemain yang banyak diharapkan dari Portugal. Karena Ronaldo-lah, Santos bisa mewanti-wanti jika Portugal adalah tim nasional yang harus diwaspadai saat ini. Tapi nyatanya Ronaldo malah mendapatkan banyak kritikan selama Piala Eropa 2016.
Ronaldo mendapatkan banyak kritik karena baru mencetak dua gol dari lima pertandingannnya. Padahal ia melepaskan 7,2 percobaan tendangan di setiap laganya, tertinggi di Piala Eropa. Tapi, soal individual tidak bisa menyalahkan Ronaldo. Kesulitannya mencetak gol karena dampak dari taktik yang diterapkan oleh pelatihnya itu sendiri.
Taktik itu juga tidak lepas dari perubahan besar-besaran di dalam skuat Portugal saat ini. Terjadi perbedaan mencolok antara skuat Portugal antara Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016. Hal itu tidak lepas dari cederanya beberapa pemain penting seperti Fabio Coentrao, Miguel Veloso, Raul Meireless, dan Tiago Mendes.
Cristiano Ronaldo dan Nani Bermain Lebar
Info Bola - Agak mengagetkan ketika Santos mengumumkan skuat Portugal untuk Piala Eropa 2016. Mayoritas pemain depan yang didaftarkan Santos adalah para penyerang sayap. Hanya Eder yang berposisi penyerang tengah.
Ronaldo, Nani, Rafa Silva, dan Ricardo Quaresma adalah penyerang sayap di kesebelasan masing-masing. Sebenarnya Portugal masih punya kandidat penyerang tengah lain yaitu Hugo Almeida. Tapi, menurunnya performa Almeida menjadi pertimbangan Santos untuk tidak memanggilnya.
Di sisi lain, Eder masih belum mendapatkan kepercayaan sepenuhnya sebagai ujung tombak utama Portugal. Ia pun belum pernah diturunkan sejak menit awal oleh Santos. Eder baru bermain dua kali dan itu pun sebagai pemain pengganti. Justru Santos lebih mempercayakan duet Ronaldo dengan Nani pada formasi 4-4-2 atau 4-1-3-2 racikannya.
Atas keputusannya itulah Santos memiliki taktik yang berbeda. Menduetkan Ronaldo dan Nani sebagai penyerang murni bukanlah hal yang biasa dimainkan kesebelasan-kesebelasan lainnya. Mereka justru lebih diperankan sebagai penyerang bayangan sejauh Piala Eropa 2016 berlangsung. Nani dan Ronaldo tidak terus-terusan bergerak di area kotak penalti lawan, melainkan lebih turun ke tengah, terutama di kedua sisi lapangan.
Info Bola - Kecenderungan serangan Portugal pun lebih sering diarahkan kepada dua pemain tersebut. Tapi, pada intinya Ronaldo menjadi acuan utama di lini depan Portugal yang didukung oleh Nani. Ronaldo beroperasi di sisi kiri sementara Nani di sebelah kanan. Namun, Ronaldo lebih diberi keleluasaan, ia bergerak ke area manapun yang diinginkannya di lapangan.
Ronaldo dan Nani bergerak ketika sudah memantulkan bola ke tengah dari sisi lapangan. Barulah di antara kedua pemain itu masuk ke dalam kotak penalti.Tapi taktik itu tidak selalu berjalan mulus sehingga membuat produktivitas gol Ronaldo menurun.
Info Bola - Pergerakannya ke tengah itu tidak pernah lepas dari penjagaan lawan. Sebab ia berada di area yang memungkinan bagi lawannya untuk melakukan penjagaan berlapis, yaitu dari full-back dan winger lawan. Maka dari itulah permainan Portugal dan Ronaldo itu sendiri lebih sering melepaskan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Coba tengok saja ketika Ronaldo ditempatkan sebagai penyerang sayap, ia mampu mencetak hat-trick ketika melawan Armenia di pertandingan kualifikasi. Mungkin ada waktunya Santos mencoba mengembalikan Ronaldo ke posisi aslinya dan mempercayakan ujung tombak kepada Eder. Tapi, jika dilihat dari permainan Portugal sejauh ini, tampaknya Santos tipikal pelatih yang tidak ingin mengambil risiko.
Keseimbangan Lini Tengah Portugal
Santos mulai menemukan irama permainan skuatnya dengan formasi dasar 4-4-2. Tapi formasi itu cenderung bervariatif di setiap laganya. Santos bisa menggunakannya menjadi 4-4-2 berlian atau 4-1-3-2. Namun, yang jelas dari pola serangan Portugal kecerdasan dan stamina tiga gelandangnya. Pergerakan tiga gelandang itu bergantung pada peran Ronaldo dan Nani. Sebab kadang-kadang dua penyerang di depan kotak penalti tidak menentu. Kadang diisi Ronaldo atau Nani, atau salah satunya ditempati satu dari tiga gelandang itu, atau bahkan dua-duanya.
Maka dari itulah peran gelandang serang Portugal di lapangan begitu terlihat sentral. Contohnya saja yang ditunjukkan oleh Renato Sanches ketika mengadapi Polandia. Dan bisa dibilang ia melakoninya lebih baik ketimbang Adrien Silva atau Joao Moutinho sejauh ini.
Yang menarik tidak hanya pergerakan gelandang serangnya saja, melainkan kedua pemain sayapnya. Dalam strategi ini kedua pemain sayap Portugal tidak murni menyisir sisi lapangan saja, melainkan bergerak ke tengah mengikuti role Ronaldo atau Nani. Dan soal tugas itu, peran Joao Mario yang paling menonjol.
Joao Mario ditugaskan sebagai gelandang kanan dan bermain fleksibel sebagai pelayan Nani. Hal ini dikarenakan ia bisa bermain di tengah untuk menjaga keseimbagan, maupun melebar. Maka dari itu Nani tidak kalah eksplosif dengan Ronaldo ketika membangun serangan. Atas jasa Joao Mario ia bisa menciptakan beberapa ruang. Begitu juga dengan Quaresma yang sering masuk menggantikan Nani.
Info Bola - Gelandang Portugal bekerja sangat keras saat melancarkan serangan. Mereka harus pintar mencari ruang, memiliki kecepatan untuk berada di kotak penalti lawan dan turun membantu serangan. Apalagi Portugal bermain dengan pertahanan garis rendah, namun dituntut agar melakukan serangan balik dengan cepat. Dan keseimbangan itu bergantung kepada tiga gelandangnya.
Jika tidak bisa mengimbangi itu, maka Nani atau Ronaldo cenderung lebih mengandalkan skill individu dengan risiko penjagaan yang lebih ketat. Atas kerja keras itulah bukan tanpa alasan jika para gelandang Portugal banyak yang berguguran karena cedera. Miguel Veloso, Raul Meireles dan Tiago mengalami cedera pada kualifikasi. Andre Gomes menyusul masuk ruang perawatan pada Piala Eropa 2016 ini.
Pola Bertahan Pertahanan Garis Rendah Portugal
Hanya satu risiko yang diambil Santos pada Piala Eropa 2016 sejauh ini, yaitu ketika menghadapi Hongaria. Pasalnya, melawan Hongaria adalah partai terakhir mereka di fase grup. Dan Portugal tidak ingin mengambil risiko melalui juara tiga terbaik.
Oleh karena itulah Portugal bermain menyerang saat hadapi Hongaria. Tapi serangan Portugal justru rapuh di lini pertahanan dan kebobolan tiga gol. Beruntung pertandingan berhasil imbang dan Portugal masih mendapatkan kesempatan lolos dari pertimbangan peringkat tiga terbaik.
Selain menghadapi Hongaria, Portugal tampil lebih bertahan. Mereka mengutamakan kokohnya lini pertahanan dengan garis pertahanan rendah. Dua full-back yang diturunkannya jarang naik membantu serangan sampai sepertiga akhir lawan. Hal itu tidak lepas dari pergerakan Ronaldo dan Nani yang turun jauh ke belakang berada di sisi lapangan.
Info Bola - Di sisi lain, full-back Portugal juga tidak teralu bagus ketika melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Raphael Guerreiro, full-back kiri, begitu kelimpungan melakukan transisi bertahan ketika menghadapi Kroasia di partai 16 besar. Alhasil ia sering kecolongan oleh Darijo Srna pada awal laga.
Selain soal full-back, duet bek tengah Portugal yang dihuni Pepe dan Jose Fonte sangat kuat, terutama ketika menghadapi lawan yang menggunakan penyerang tunggal. Mario Mandzukic pun dibuat tak berkutik.
Tapi, kesigapan Pepe dan Jose Fonte terbantu karena kontribusi gelandang yang sering membantu pertahanan. Terutama bantuan dari William Carvalho yang bergerak di luar kotak penalti sebagai gelandang bertahan. Carvalho juga ahli dalam melakukan penjagaan, seperti yang ia lakukan ketika membuat Grzegorz Krychowiak kesulitan memberikan suplai bola.
Carvalho pun tidak bertahan sendirian, sebab dua gelandang kiri dan kanan Portugal sering turun membantu pertahanan. Hal itulah yang membuat penyerang lawan selalu terlihat kekurangan suplai dari lini tengahnya. Garis pertahanan rendah yang ditunjukan Polandia itu sangat efektif meredam lawan, tapi risikonya adalah mengurangi produktivitas serangannya.
Kesimpulan
Keberhasilan Portugal melangkah ke babak semifinal sebenarnya bukan hanya karena keberuntungan semata. Fernando Santos memang memfokuskan kekuatan di lini pertahanan sambil berharap pada kemampuan individu Ronaldo dan Nani.
Absennya sejumlah pemain inti di lini tengah Portugal pada Piala Eropa kali ini pun menjadi faktor Portugal cukup kesulitan mencetak gol. Apalagi para gelandang yang dipanggil Fernando Santos saat ini tak banyak memiliki pengalaman bertanding internasional.
==================================================================
^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO
PROMOTION :
- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon
Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :
Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 335A68F2
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia











0 comments:
Post a Comment