www.bolapelangi.com

Agen Judi Terbesar Dan Terpercaya satu(1) User Untuk Semua Game Hanya Ada Di www.Bolapelangi.info

Burung Twitter

mouse bintang

mouse

FC Barcelona

Saturday, April 30, 2016

Titel Bundesliga Belum di Tangan, Bayern Pikirkan Liga Champions Dulu

Titel Bundesliga Belum di Tangan, Bayern Pikirkan Liga Champions Dulu



Munich - Bayern Munich belum bisa mengunci gelar juara Bundesliga setelah mereka ditahan Borussia Moenchengladbach. Sebelum memikirkan liga lagi, Bayern akan lebih dulu mencurahkan fokus mereka ke Liga Champions.

Bayern harus puas mendapatkan satu poin dari pertandingan di Allianz Arena, Sabtu (30/4/2016). Die Roten ditahan imbang 1-1 oleh Gladbach. Tim tuan rumah lebih dulu unggul melalui gol Thomas Mueller pada menit keenam. Namun, Gladbach mampu menyamakan skor pada menit ke-72 lewat gol Andre Hahn.

Bayern sebenarnya akan memastikan gelar juara Bundesliga jika mampu mengalahkan Gladbach. Akan tetapi, karena mereka cuma mendapatkan hasil imbang, kepastian tersebut pun tertunda paling tidak sepekan.

Bayern saat ini memimpin klasemen dengan 82 poin dari 32 laga. Mereka unggul lima poin atas Borussia Dortmund yang menjadi pesaing terdekat.

"Borussia Moenchengladbach adalah tim yang sangat bagus. Mereka bermain sangat baik," ucap pelatih Bayern, Pep Guardiola, di situs resmi klub.

"Tentu saja kami ingin menang hari ini. Kami memulai laga dengan sangat baik dan mengontrol permainan. Kami masih membutuhkan satu poin untuk meraih titel," tambahnya.

Bayern selanjutnya akan menghadapi Ingolstadt di pekan ke-33, Sabtu (7/5/2016) mendatang. Namun, sebelumnya mereka akan lebih dulu berduel dengan Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions.

Bayern kalah 0-1 dari Atletico pada pertemuan pertama yang digelar di Madrid. Mereka harus menang dengan selisih minimal dua gol untuk membalikkan keadaan.

"Sekarang kami harus fokus ke Atletico. Pertandingan pada hari Selasa akan berbeda. Kami harus bermain lebih baik," kata Guardiola.



=====================================================================================


^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO


PROMOTION :

- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon

Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :

Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 2B22E2CF
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia

Atletico Tatap Bayern dengan Antusiasme dan Penuh Semangat

Atletico Tatap Bayern dengan Antusiasme dan Penuh Semangat



Madrid - Atletico Madrid menatap laga melawan Bayern Munich di Liga Champions dengan antusiasme tinggi dan penuh semangat. Hasil bagus di La Liga menjadi sebabnya.

Di Liga Spanyol akhir pekan ini, Atletico berhasil memetik kemenangan atas Rayo Vallecano dengan skor akhir 1-0. Mereka mendapatkannya dengan tak gampang.

Tim besutan Diego Simeone itu baru bisa mencetak gol di babak kedua. Antoine Griezmann yang mencatatkan namanya di papan skor.

Satu laga berat sudah menanti Atletico, Rabu (4/5/2016) dinihari WIB. Mereka akan melawat ke markas Bayern Munich untuk melakoni pertandingan leg II semifina Liga Champions.

Atletico yang mempunyai keunggulan agregrat satu gol dan baru saja memetik kemenangan di Liga Spanyol, menatap pertandingan itu dengan positif. Hal itu seperti diungkapkan oleh penggawa Atletico, Jesus Gamez.

"Kami menghadapinya dengan antuiasme dan dengan penuh semangat. Sekarang, kami harus memulihkan diri agar bisa siap untuk laga itu," kata Gamez di situs resmi Atletico.

"Harapan, ambisi yang kami punyai, itulah yang akan memimpin kami pada kesuksesan yang kami harapkan akan kami capai," imbuhnya.



================================================================================


^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO


PROMOTION :

- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon

Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :

Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 2B22E2CF
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia

Ibu Tiri Yang Erotis ke Anak Tirinya

Ibu Tiri Yang Erotis ke Anak Tirinya



Ibu Tiri Yang Erotis ke Anak Tirinya – Pagi itu tanpa sengaja pandanganku tertumbuk ke sebuah flashdisk berwarna merah yang tergeletak di dekat pintu depan. Iseng kuambil dengan yakin bahwa flashdisk itu bukan milik suamiku, karena flashdisk punya suamiku selalu yang berwarna hitam.

Lalu punya siapa flashdisk ini? Apa isinya?
Rasa penasaran menjalar. Lalu kubawa flashdisk itu ke dalam kamarku. Kuaktifkan laptopku sambil memasukkan flasdisk itu ke USB.

Ternyata flashdisk itu punya Tito, anak tiriku yang sekarang sedang sekolah. Tadinya kusangka flashdisk itu berisi hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan ujian, karena ia sudah duduk di bangku kelas 3 SMA. Ternyata bukan. Isinya beberapa video dewasa ! Aaah, apakah Tito sudah layak menyimpan video-video sepanas ini? Bukankah usianya baru 17 tahun? Haruskah kutegur dan kunasihati dia agar tidak menyimpan hal-hal yang belum waktunya diketahui? Ataukah kusembunyikan saja flashdisk ini atau kubuang sekalian ke dalam got?

Tiba-tiba perhatianku tertuju ke folder yang berjudul “Mami”. Apa isinya? Bukankah aku yang biasa dipanggil mami olehnya? Apakah folder itu berisi sesuatu yang menyangkut diriku?

Dengan penasaran kubuka folder itu. Ternyata isinya tulisan mengenai diriku ! Jujur, aku berdebar-debar membacanya :
Sejak ibu kandungku tiada, Mami hadir dalam kehidupan Papi. Waktu Papi menikah dengan Mami, umurku baru 7 tahun. Aku senang-senang saja punya ibu tiri yang harus kupanggil Mami itu. Terlebih setelah bertahun-tahun ia menjadi pengganti ibuku, aku merasa benar-benar mendapat pengganti ibu kandungku, yang menyayangi diriku, yang selalu memperlakukanku dengan lemah-lembut dan sebagainya.
Setahuku, pada waktu Mami resmi menjadi istri Papi, usianya baru 20 tahun. Sedangkan Papi sudah 40 tahun. Perbedaan usia yang sangat jauh. Tapi kelihatannya mereka enjoy-enjoy saja. Dalam hal itu aku salut juga pada Papi, karena beliau mampu mendapatkan seorang gadis yang masih belia untuk dijadikan istrinya.

Waktu aku masih kecil, sosok Mami tak pernah kuperhatikan secara khusus. Aku cuma tahu bahwa ia seorang ibu tiri yang baik, yang memperlakukanku seperti anak kandungnya sendiri.

Tapi setelah aku di SMA, diam-diam aku mulai sering memperhatikan ibu tiriku itu. Bahwa ia seorang wanita muda yang cantik, bertubuh tinggi semampai, berkulit putih bersih (untuk ukuran orang Indonesia).
Panjang lebar ia memujiku dalam tulisan itu. Tapi yang membuatku terlongong, ketika kubaca kalimat berikut ini:
Pagi itu aku mau minta uang kepada Mami, untuk keperluan sekolah. Memang Papi sudah menyuruhku agar segala keperluanku harus meminta kepada Mami, supaya hatinya enak, katanya.

Papi sudah berangkat kerja. Mami masih di kamarnya. Seperti biasa, kubuka saja pintu kamar Mami, lalu masuk ke dalam. Tapi apa yang kulihat? Ooooh…aku benar-benar dibuat terkejut lalu terpana…karena Mami masih tidur terlentang di tempat tidurnya, dengan kimono terbuka lebar….sehingga sepasang kakinya yang putih mulus itu tak tertutup apa-apa. Tampak jelas dari telapak kaki sampai ke pangkal pahanya. Tapi yang teramat mendebarkan adalah bagian di antara kedua pangkal pahanya itu…oooh…Mami tidur tanpa mengenakan celana dalam !?!?!!
Maka bagian yang berbulu lebat hitam itu tampak jelas di mataku !

Aku tak tahu apakah Mami terbiasa tidur tanpa celana dalam atau tengah malam dia buang air dan malas mengenakan kembali celana dalamnya, entahlah. Yang jelas aku jadi gemetaran dan buru-buru keluar lagi dari kamar Mami, dengan perasaan yang tak menentu.

Gilanya…setelah berada di dalam kamarku lagi, jiwaku jadi dikuasai hasrat yang tak terkendalikan. Penisku ngaceng berat…membayangkan indahnya kalau aku bisa menyentuh dan menggeluti bagian tubuh di antara kedua pangkal paha Mami yang tampak sangat merangsang itu. Ooooh…kenapa aku jadi begini?

Banyak lagi yang ia tulis di catatan rahasia ini. Kesimpulannya, ia jadi sering membayangkan diriku. Bahkan pada suatu malam ia pernah bermimpi didekati olehku dalam keadaan sama-sama telanjang. Lalu ia melakukan sesuatu yang sering dibayangkannya. Dan esoknya ia mendapati celananya basah, akibat mimpi itu.

Di catatan itu pun ia mengakui bahwa kalau lamunan tentang diriku tak terkuasai lagi, ia melakukan masturbasi, sambil membayangkan tengah menggeluti tubuhku ! Bahkan ia pernah melakukan onani berkali-kali dalam semalam, untuk meredakan khayalannya tentang diriku.
Semuanya itu membuatku jadi serba salah. Tadinya aku akan menegur Tito, karena kutemukan video porno di dalam flashdisknya itu. Tapi tulisan di flashdisk itu, yang berisi kekagumannya terhadap diriku, membuatku jadi kikuk. Maka kuambil keputusan untuk meletakkan kembali flashdisk itu di tempatnya semula, lalu aku akan bersikap pura-pura tidak tahu saja.

Namun di hari-hari berikutnya, aku mulai sering memperhatikan Tito secara diam-diam. Mulai memikirkan apa yang sedang terjadi pada dirinya.
Dan gilanya, aku mulai membayangkan serunya jika tubuhku digeluti oleh anak muda yang anak tiriku sendiri itu. Maklum, aku baru berusia 30 tahun, sementara suamiku sudah 50 tahun. Sesekali memang aku suka membayangkan sosok muda yang perkasa, yang tidak loyo seperti suamiku. Tapi sungguh, tadinya aku tak pernah membayangkan sosok muda itu anak tiriku sendiri. Apalagi semuda Tito yang baru 17 tahun.

Bang Martin (suamiku) tidak impoten. Tapi yah….potensi lelaki yang usianya sudah setengah abad, tentu beda dengan yang masih muda. Setiap kali berhubungan sex dengan suamiku, aku selalu tidak puas. Tapi aku tak pernah menggerutu ataupun memperlihatkan sikap tidak puas. Karena tenggang rasaku cukup kuat. Karena di sisi lain, aku mempunyai kepuasan duniawi darinya. Apa pun yang kuinginkan, selalu dikabulkan. Bahkan kehidupan orang tuaku di kampung, sangat diperhatikan oleh suamiku. Rumah baru dibangunkan. Perabotan serba mahal dibelikan. Sehingga derajat orang tuaku jadi meningkat setelah aku menikah dengan Bang Martin.

Kehidupanku sendiri tak pernah kekurangan. Rumahku cukup megah, di daerah perumahan paling elit di kotaku. Mobil untuk keperluan pribadiku sudah dibelikan. Perhiasan yang mahal-mahal pun sudah menjadi milikku. Maka tiada alasan bagiku untuk tidak merasa puas menjadi istri Bang Martin.
Tapi kenapa sejak membaca file dari flashdisk Tito, pikiranku jadi sering melayang-layang tak menentu? Kenapa aku jadi sering memperhatikan gerak-gerik Tito secara diam-diam?

Hari demi hari berlalu dengan pesatnya. Tanpa terasa sebulan telah berlalu. Dan kesempatan yang diam-diam kutunggu pun tiba.
Bang Martin terbang ke Kaltim, untuk mengurus bisnisnya. Biasanya dia bisa lebih dari sebulan berada di Kaltim. Kali ini pun rencananya 40 hari dia akan berada di sana.

Rasanya aku tak sabar lagi menunggu kesempatan ini.
Lalu kuputar otakku. Kuputar sampai sore…sampai Tito tampak sudah pulang dari sekolahnya.
Aku pun keluar dari kamarku. Menghampiri pintu kamar Tito. Tadinya aku cuma mau mengajak makan di luar padanya. Tapi ketika kubuka pintu kamarnya, o my God…dia baru menanggalkan seluruh seragam sekolahnya, mau mengganti dengan pakaian rumah…dan…aku benar-benar terkejut ketika melihat bagian tubuh anak tiriku yang di bawah perutnya itu. Mungkinkah abg berusia 17 tahun bisa memiliki penis sepanjang dan sebesar itu? Jauh lebih “tinggi tegap” daripada punya ayahnya ! Tapi cepat aku ingat cerita suamiku, bahwa mendiang ibu kandung Tito itu wanita Pakistan. Mungkin anatomi Tito banyak menuruni garis ibunya.Sementara suamiku asli Indonesia, maka penisnya pun biasa-biasa saja.Cerita Sex 2015
“Kita makan di luar aja yuk,” kataku pada Tito yang tampak kaget dan cepat-cepat menutupi kemaluannya dengan kedua tangannya.
“I…iya Mam…” sahutnya tergagap. Dan aku bersikap seolah tak melihat sesuatu yang aneh.
Beberapa saat kemudian aku dan anak tiriku sudah berada di dalam mobil yang melesat ke arah utara. Sengaja kubiarkan Tito yang nyetir mobilku. Karena sekarang ia sudah punya SIM. Dan cara nyetirnya sudah cukup halus.
“Papi ngasih duit gak?” tanyaku ketika sedanku sudah berada di Jalan Setiabudhi.
“Enggak Mam,” sahut Tito, “Papi bilang kalau ada kebutuhan minta sama Mami aja.”

“Iya,” aku mengangguk-angguk kecil. Sementara ingatanku melayang pada yang kulihat sekilas tadi. Sebentuk penis remaja yang terkulai lemas tapi panjang dan gede banget. Gak kebayang seperti apa kalau penis anak tiriku itu sudah tegang….hmmm…gila, diam-diam aku jadi horny nih.
Tito membelokkan mobil ke pekarangan restoran langgananku. “Di sini kan makannya Mam?” tanyanya sebelum mematikan mesin mobilku.

“Iya. Kamu juga udah lapar kan?”
“Hehee….iya Mam. Kan pulang sekolah tadi belum makan.”
Lalu kami melangkah memasuki restoran itu.
Pada saat menunggu makanan pesanan datang, aku tatap wajah Tito. Emang tampan wajah anak tiriku itu. Maklum darah campuran dengan Pakistan. Tubuhnya tinggi semampai, hidungnya mancung, matanya bundar dan kulitnya sawo matang.
“Udah lama gak ke Ciater,” kataku, “Nanti pulangnya ke sana yuk.”
“Iya Mam,” Tito mengangguk dengan senyum ceria, “Aku paling seneng berendem di Ciater.”
“Tapi ini sudah sore…pulangnya pasti malem nanti.”
“Di Ciater kan rame terus duapuluhempat jam Mam. Makin malam makin rame, sampe subuh masih aja banyak orang yang datang. Tapi….”
“…Kenapa?”
“Kita gak bawa handuk dan sabun Mam.”
“Beli aja di sini. Kan di samping restoran ini ada minimart tuh…”
“Oh, iya…iya Mam. Sekarang aja belinya Mam, sambil nunggu pesanan kita datang.”
“Iya,” aku mengangguk sambil mengeluarkan ATMku, “Pake debit aja. Beli handuk dua, sabun cair dan shampoo yang biasa mami pakai ya. Nomor pinnya 3050.”
“Iya Mam.”
“Ohya, sekalian beli buat cemilan juga To.”
“Iya,” Tito berdiri dan bergegas keluar dari restoran.



Diam-diam kubuka tas kecilku. Kuambil sebutir pil kontrasepsi dan kutelan, didorong oleh air teh yang sudah terhidang di mejaku.
Setengah jam kemudian kami sudah meninggalkan restoran itu. Dan bergerak menuju Lembang, kemudian menuju pemandian air panas mineral Ciater. Udara sudah gelap ketika kami tiba di Ciater. Waktu pintu mobil kubuka, hiii….hawa dingin menyerbu ke dalam mobilku. Dingin sekali.
“Mami bawa baju renang?” tanya Tito setelah mematikan mesin mobil dan mengeluarkan kantong plastik berisi peralatan mandi yang dibeli tadi.
“Nggak,” sahutku, “Berendam di kamar mandi aja.”

“Iya, Mam. Di kamar mandi jauh lebih bersih, karena gak nyampur sama orang-orang.”
“Tapi temanin mami nanti ya. Takut mandi sendirian udah gelap gini.”
Tito menatapku sesaat, lalu mengangguk dan menunduk. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Tapi aku yakin dia takkan menyangka bahwa semuanya ini sudah kurencanakan sejak di rumah tadi.
“Kamar mandinya mau pakai dua apa satu aja Mam?” tanya Tito waktu mau beli tiket kamar mandi.
“Satu aja,” sahutku, “Kan kamu harus nemanin mami…”

Waktu menuju ke deretan kamar mandi, kulihat di kolam renang banyak yang sedang berendam air panas. Tapi tidak sebanyak di hari-hari weekend. Dengan sendirinya kamar mandi pun banyak yang kosong.
Aku dan Tito masuk ke dalam kamar mandi yang terlihat paling bersih. Tito langsung mengalirkan air panas ke bak mandi yang cukup lebar dan dalam itu, sementara aku mengeluarkan peralatan mandi dari kantong plastik.
Kutanggalkan celana panjang dan baju kausku, sehingga tinggal celana dalam dan beha yang masih melekat di tubuhku. Lalu duduk di bibir bak yang sudah terisi air panas mineral hampir setengahnya.

“Lho…kamu mau berendam dengan pakaian lengkap gitu? Buka dong semuanya,” kataku pada Tito yang tampak salah tingkah, mungkin karena melihat diriku yang tinggal mengenakan beha dan CD doang.
“I…iya Mam…” sahutnya tergagap sambil menanggalkan celana jeans dan baju kausnya, kemudian menggantungkannya di kapstok, berdampingan dengan pakaianku.

Pada saat yang sama aku pun menanggalkan beha dan celana dalamku, kemudian masuk ke dalam bak, duduk sambil melonjorkan kakiku.
“Ayo masuk sini…buka dulu celana dalamnya, biar jangan kebasahan,” kataku.
Tito menoleh dan tampak kaget ketika melihatku sudah bertelanjang bulat. Lalu tampak ragu waktu mau menanggalkan celana dalamnya.
“Ayolah….cepetan buka celananya,” kataku lagi, “Di dalam kamar mandi kan gak boleh lama-lama, karena uap belerangnya bisa bikin sesak napas.”
“I…iya Mam,” Tito membelakangiku sambil menurunkan celana dalamnya. Kemudian melangkah ke arah bak sambil menutupi kemaluannya dengan kedua tangannya. Dan aku pura-pura tidak memperhatikannya.

Lalu ia duduk bersandar ke dinding di sampingku. Genangan air panas sudah mencapai dadaku. Tapi beningnya air membuat sekujur tubuhku tampak jelas. Termasuk kemaluanku yang berbulu lebat ini (karena suamiku melarang mencukurnya).

Tapi Tito tetap menutupi penisnya dengan kedua tangannya. Dan sepertinya tidak berani memandang ke arah kemaluanku.
“Kalau sudah rendaman di sini enak ya…badan kita seperti abis dipijitin,” kataku sambil meraih sabun cair dari bibir bak. Lalu kuelus-eluskan ke sekujur tubuhku, sehingga air panas ini mulai dipenuhi busa sabun.
“Iya Mam…” sahut Tito hampir tak terdengar.

Untuk mengusir kecanggungan Tito, aku duduk membelakangi Tito sambil berkata, “Sabuni punggung mami, To.”
“Iya Mam…” suara anak tiriku makin tersendat, seperti sedang menahan napas. Lalu kurasakan telapak tangannya mengeluskan sabun cair ke punggungku. Kubiarkan agak lama ia menyabuni punggungku.
“Punggung Mami mulus gak To?” tanyaku pada satu saat.
“Mu…mu…mulus sekali, Mam…” sahutnya tersendat-sendat.

Kuambil gayung plastik dan kusirami punggungku dengan air panas. Lalu aku berdiri, tetap membelakangi Tito. “Paha dan kakinya juga To. Nanti gantian…setelah mami, nanti giliran kamu yang akan mami sabuni,” kataku.

Tito tetap duduk sambil melakukan perintahku. Mulai menyabuni paha bagian belakangku. Meski gemetaran tangannya terasa enak menggosok-gosokkan sabun dari lipatan lutut sampai pangkal pahaku.
Sengaja kurenggangkansepasang pahaku, agar ia bisa leluasa memandang bagian yang di antara kedua pangkal pahaku.

“Jangan ragu-ragu gitu To…sabuni semua yang bisa kamu sabuni,” kataku.
“Ya…ya…ya Mam….” sahutnya dengan suara napas yang tersengal-sengal.
Sekarang tangan kirinya terasa memegang paha kiriku, sementara tangan kanannya mulai menyabuni selangkanganku, sementara bunyi napasnya semakin terengah-engah, seperti orang yang habis lari marathon.

Dan aku ingin melihat ekspresi wajahnya saat ini. Lalu aku membalik…menghadap ke arah Tito yang tampak kaget, terbelalak memandang kemaluanku yang sekarang tepat berada di depan matanya.
“Sabuni ininya juga, To…” kataku sambil menunjuk ke arah kemaluanku.

Dengan takut-takut Tito menyabuni kemaluanku. Dan tahukah dia bahwa sejak tadi mataku tertuju ke arah penisnya yang dahsyat itu?
Kucurahkan sabun cair ke telapak tanganku, lalu kueluskan ke penis Tito yang panjang gede ini. Dia agak terkejut. Tapi lalu terdiam salah tingkah ketika aku mulai menyabuni batang kemaluannya, tentu saja dengan cara yang terarah…seperti sedang mengocoknya.

“Mam…oooh…” Tito terpejam.
“Kenapa? Kamu sudah lama ingin menyentuh kemaluan mami kan? Sentuhlah …kenapa jadi berhenti? Mami gak marah kok…”
“Oh…Mami baik sekali…” tangan Tito mulai menggerayangi kemaluanku. Tangannya terasa semakin gemetaran. Sementara aku sendiri mulai asyik mempermainkan penis anak tiriku yang makin lama makin membesar dan menegang ini.

Kemaluanku jadi penuh dengan busa sabun. Batang kemaluan Tito juga. Dan Tito diam saja ketika batang kemaluannya kutarik, lalu kuelus-eluskan ke belahan vaginaku. Wah…aku sudah benar-benar horny. Dan tak peduli lagi penis siapa yang sedang kuelus-eluskan ke celah vaginaku ini.

“Punyamu udah tegang gini, To…” kataku sambil membayangkan nikmatnya kalau penis Tito mengenjot liang kemaluanku, “Kamu sudah pernah main sama cewek?”

“Ma…main gimana, Mam?” Tito tampak ragu menatapku.
“Bersetubuh…pernah?”
“Belum Mam.”
“Masa?”
“Berani sumpah, belum pernah Mam….”
“Tapi ngocok sih suka kan?”
“I…iya Mam….kok Mami bisa tau?!”
“Tau lah. Mami juga tau kamu pernah lihat kemaluan mami waktu mami masih tidur kan? Ngaku aja terus terang….mami gak marah kok.”
“I…iya…tapi itu gak sengaja Mam….”
Aku tersenyum. Kukecup pipinya, lalu berbisik, “Ya udah…gak apa-apa. Sejak saat itu kamu mikirin mami terus kan? Jujur aja jawab. Mami suka anak yang jujur.”
“Iya Mam,” Tito menunduk, “Mami cantik sekali….aku…aku sering membayangkan mami.”
“Tapi kita gak boleh berlama-lama di kamar mandi ini. Nanti habis napas kita. Mending pulang aja yuk. Nanti kita lanjutkan di rumah aja. Tapi harus hati-hati…jangan sampai ketahuan sama pembantu-pembantu.”
“Iya Mam…tapi….”
“Kenapa?”
“Di sini kan ada hotel….”
“Oh, iya ya….kamu udah gak sabar ya?”
Tito cuma nyengir malu-malu.
“Ya udah, kita cek in di hotel sini aja.”

Kubilas tubuhku dengan air panas, lalu kulap dengan handuk. Dan kukenakan lagi pakaianku. Tito juga melakukan hal yang sama.
Beberapa menit kemudian aku dan Tito sudah berada di kamar hotel yang masih berada di dalam kompleks pemandian air panas itu juga.
Setelah menguncikan pintu kamar hotel, kupeluk pinggang Tito sambil berkata perlahan, “Kamu gak nyangka semuanya ini bakal terjadi kan?”

“Iya Mam,” Tito membalas dengan pelukan di pinggangku, “Rasanya seperti mimpi…”
“Kamu udah punya pacar?” tanyaku sambil mengecup pipinya.
“Belum Mam.”
“Kenapa? Biasanya anak SMA sekarang kelas satu juga udah punya pacar….”
“Aku…aku…”
“Kenapa? Kok seperti takut-takut gitu ngomongnya?”
“Aku telanjur mengagumi Mami…jadi gak ada semangat buat deketin cewek di sekolah, Mam…” kata Tito bergetar.
Sambil tersenyum aku membisiki telinga Tito, “Malam ini mami akan menjadi milikmu. Kamu boleh melakukan apa saja pada mami. Tapi ingat…ini rahasia kita berdua ya.”
“Iya Mam. Aku janji akan merahasiakan semua ini.”
Aku tersenyum, lalu melepaskan baju kaus dan celana panjangku. Tito memandangku dengan sorot yang jauh beda daripada biasanya. Aku tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya. “Lepasin dong pakaianmu,” kataku sambil duduk di pinggir tempat tidur.
“Iya Mam,” Tito mengangguk, lalu menanggalkan celana jeans dan t-shirtnya. Tinggal celana dalam yang masih melekat di tubuhnya, sementara aku pun sudah menanggalkan behaku.

Pandanganku tertumbuk ke arah celana dalam Tito. Tampak jelas, ada tonjolan, ada yang mendorong dari balik celana dalam anak tiriku itu.
Dengan perasaan semakin dikuasai nafsu, kutarik pergelangan tangan Tito, lalu kupeluk lehernya sambil berkata, “Kalau mami kasih apa yang selama ini selalu kamu bayangkan, apa yang pertama kali ingin kamu lakukan pada mami?”
“Kalau aku berterus terang, Mami marah gak?” Tito balik bertanya dengan suara agak tertahan.
“Nggak.” aku menggeleng, “Apa yang sangat ingin kamu lakukan pertama kalinya?”
“Aku…aku ingin menciumi bibir Mami…menciumi leher Mami…menciumi payudara Mami….”
“Cuma itu?”
“Aku juga ingin…ingin menciumi dan menjilati kemaluan Mami…”
“Seperti di video yang sering kamu lihat?”
“I…iya Mam….tapi…Mami gak marah kan?”

“Nggak,” aku menggeleng lagi. Lalu mengecup bibir Tito dengan sepenuh gairah. Dan kataku, “Mami sayang kamu….karena itu semuanya akan mami kasih…tapi mami minta semangat belajarmu harus meningkat, jangan sebaliknya, ya.”

“I…iya Mam…aku juga sayang Mami….” kata Tito tergagap, karena aku mulai menyelinapkan tanganku ke balik celana dalamnya. Dan terasa batang kemaluannya yang dahsyat ini sudah tegang sekali. Membuatku makin dikuasai nafsu. Lalu aku tarik pinggang Tito dan meraihnya ke atas tempat tidur, sementara tanganku tetap memegang penis tegang dan hangat ini.

Supaya leluasa, kutanggalkan celana dalamku, kemudian kusuruh Tito pun melepaskan celana dalamnya.
Dalam keadaan sudah sama-sama telanjang bulat ini, tiada lagi rahasia di antara fisik kami. Lalu aku merebahkan diri, menelentang sambil tersenyum kepada anak tiriku yang tampak masih sangat canggung itu. Dan kuraih badannya ke atas dadaku sambil berkata, “Ayolah…katanya ingin mencium bibir mami.”

Tito yang sudah telungkup di atas dadaku spontan menjawab dengan tindakan. Dengan ganas ia mencium bibirku dan kusambut dengan lumatan dan pelukan bergairah.

Dan penis Tito yang sudah tegang itu terasa menempel ke kemaluanku. Ini membuatku bergairah untuk memegangnya. Aah…benar-benar dahsyat batang kemaluan anak tiriku ini. Membuat napsuku makin menggila. Rasanya ini penis yang sangat aduhai. Panjang besar, ereksinya pun sempurna. Benar-benar keras, tidak seperti penis ayahnya. Maklum ayahnya sudah tua, sementara Tito masih sangat muda.

Dan aku tak sabar lagi. Aku ingin segera menikmati gesekan penis yang sempurna ereksinya ini.

Maka diam-diam kutarik penis Tito, sampai agak membenam ke liang vaginaku yang sudah membasah ini. Lalu kataku, “Kalau mau ngemut vegy mami nanti aja di rumah ya. Supaya kamu bisa sepuasnya menjilati vegy mami. Sekarang dorong aja penisnya To….biar masuk…”

“I…iya Mam….” sahut Tito dengan napas memburu. Lalu terasa batang kemaluan aduhai itu mendesak kuat ke dalam liang vaginaku yang sudah licin oleh lendir birahiku ini.
“Ooooh…sudah masuk sedikit To….iiiiyaaaa….dorong lagi….ooooh……” desahku sambil memeluk leher anak tiriku. Benar-benar mantap….batang kemaluan yang sangat tegang dan gagah ini sudah masuk setengahnya. Membuat desir birahiku makin menggila. Bukan main rasanya…baru dibenamkan separuh saja sudah menimbulkan nikmat yang begini dahsyatnya…
Spontan saja pahaku membuka selebar-lebarnya, seolah mengucapkan selamat datang buat sebentuk penis perkasa yang siap memuasi hasrat birahiku.
“Iya…ayun dikit-dikit…” bisikku.
“Ayun?” Tito tampak bingung.
“Iya…entotin dikit-dikit…nanti lama-lama juga masuk semua…” bisikku sambil memeluk pinggang Tito.
“I…iya Mam…” sahutnya sambil melakukan perintahku. Awalnya seperti ragu-ragu menggerak-gerakkan penisnya. Tapi akhirnya ia mulai mengayun penisnya dengan benar. Maju mundur, maju mundur, maju mundur…dan makin lama penisnya makin dalam membenam ke dalam liang kemaluanku.
Disusul dengan suara Tito yang tersendat-sendat dan bergetar, “Duuuh…Maaaam…. duuuuuuh….enak banget Mam….”

Kusambut dengan pelukan erat di pinggang Tito, dengan kecupan-kecupan penuh nafsu di pipinya, di bibirnya…aaah….tahukah dia bahwa sebenarnya aku pun tengah merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa saat ini?
Namun sayangnya, baru sebentar Tito mengayun penisnya, tiba-tiba ia menahan napasnya, lalu mendengus…dan terasa penisnya menyemprot-nyemprotkan cairan hangatnya. Aaah…dia sudah ejakulasi. Padahal aku belum apa-apa.

Tapi aku memakluminya. Yah, maklum ia belum berpengalaman. Dan mungkin tadi ia terlalu bernafsu, sehingga tak kuasa mengontrol diri lagi. Biarlah…aku yakin ia bisa dengan cepat dibangkitkan lagi.
Aku tak mau protes dengan ejakulasi prematurnya Tito. Takut nanti jadi beban negatif baginya. Tapi aku belum puas. Tadi baru pemanasan dan belum mencapai orgasme satu kali pun. Maka dengan cara yang terlatih, kugenggam penis Tito dan kuremas-remas dengan lembut. Sesekali kuelus moncongnya…mulai menegang lagi sedikit demi sedikit. Sebenarnya aku ingin mengulum dan menyelomotinya. Tapi aku takut terkesan seperti wanita nakal. Terutama karena cowok yang sedang bersamaku ini adalah anak tiriku sendiri.

Lagian cowok seremaja Tito tak perlu “terapi” yang terlalu ekstrim. Dengan elusan dan remasan pun sudah tegang lagi.

“Barusan cepat sekali ya Mam,” kata Tito waktu kudorong dadanya sampai terlentang. Dan aku berjongkok dengan kaki di kanan-kiri pinggul Tito.
“Biasa…yang pertama mah biasanya begitu. Tapi kan kita bisa lanjutkan ke ronde kedua, ketiga dan seterusnya,” sahutku sambil tersenyum. Sementara tanganku memegang penis Tito yang sudah ngaceng berat, moncongnya kuarahkan ke mulut vaginaku.

Tito diam saja. Aku pun menurunkan pantatku, sehingga penis Tito mulai terbenam lagi di dalam liang kewanitaanku.

Sekarang aku yang aktif, menaik turunkan pinggulku, sehingga kenikmatan pun kurasakan lagi, kenikmatan pergeseran penis Tito dengan dinding liang kewanitaanku. Tapi aku tak mau aktif sambil jongkok begini. Lalu aku menjatuhkan dadaku ke atas dada Tito dan melanjutkan gerakan vaginaku sambil merangkul leher anak tiriku yang tampan ini.

Tito tampak keenakan dengan aktivitasku. Bahkan ia mulai aktif juga. Pada waktu vaginaku maju, ia pun mendesakkan penis gagahnya. Dan pada waktu vaginaku mundur, ia pun menarik penisnya. Aaaah…tak kusangka akan mengalami semuanya ini. Sesuatu yang indah sekali, yang sulit kudapatkan dari suamiku.

Ketika bibirku bersentuhan dengan bibir Tito, reaksinya pun spontan. Ia bahkan melumat bibirku dengan mesranya. Sementara kedua tangannya melingkar di pinggangku, memelukku dengan erat dan mesranya.
Kali ini Tito mulai terasa tangguh. Sudah setengah jaman aku mengayun vaginaku di atas perutnya, belum juga terlihat tanda-tanda ia mau ngecrot. Malah keringatku mulai membasahi leher dan pipiku.

“Duuuh….gantian kamu yang di atas lagi ya,” kataku sambil menggulingkan tubuh ke samping dan berusaha agar penis Tito jangan sampai terlepas dari jepitan vaginaku.

“Ayo…sekarang kamu yang genjot lagi,” kataku setelah aku terlentang dan Tito berada di atas dadaku.
“Iya Mam…” sahut Tito dengan penuh semangat.

Tito sudah mulai lancar menggauliku. Batang kemaluannya mulai mantap memompa liang kewanitaanku. Aku pun sengaja merentangkan kedua pahaku selebar mungkin, supaya batang kemaluan Tito bisa membenam sedalam mungkin. Bahkan terasa berkali-kali moncong penisnya menyundul-nyundul mulut rahimku. Ini membuatku terpejam-pejam dalam nikmat, membuatku tiada hentinya merintih-rintih lirih sambil meremas-remas rambut anak tiriku yang tampan ini.

Tak lama kemudian aku merasa akan mencapai titik orgasme. Lalu kubisiki telinga Tito, “Cepetin gerakannya….iya….iya…nah gitu….Mami mau nyampe nih….ayo…enjot terus sayang…Tito…oooh….Mami sayang sama kamu, Titooo…..ooooh…ooooooh….”
Akhirnya sekujur tubuhku mengejang. Aku menahan napas sambil menggeliat. Dan….oooh…akhirnya aku mencapai puncak kenikmatanku….yang membuat liang kewanitaanku mengedut-ngedut, lalu basah dengan lendir kenikmatanku.

Tito masih asyik mengayun batang kemaluannya, bermaju-mundur di dalam liang kewanitaanku yang sudah mencapai kepuasan. Kubiarkan saja dia aktif sendiri, sambil menghayati kenikmatan yang baru saja kurasakan.

Tapi beberapa menit kemudian gairahku bergejolak lagi. Aku seperti berpacu dengan waktu, ingin merasakan orgasme yang kedua. Selama ini apa yang kunikmati bersama Tito ini adalah sesuatu yang langka dalam hidupku.

Maka ketika Tito sedang lancar-lancarnya mengayun penisnya, aku pun mulai menggoyang-goyangkan pinggulku dengan gerakan yang meliuk-liuk dan menghentak-hentak. Dengan sendirinya liang kewanitaanku seperti memilin-milin dan membesot-besot batang kemaluan anak tiriku. Sedangkan aku sendiri bertujuan agar clitorisku bisa bergesekan dengan kejantanan Tito. Dan ini nikmat sekali rasanya. Keringat Tito pun semakin bercucuran bergalau dengan keringatku.

Belasan menit kemudian kurasakan seperti mau orgasme lagi. Maka dengan terengah kuminta Tito mempercepat gerakan penisnya, “Biar kita bisa meletus bareng-bareng….pasti enak banget,” kataku.
Lalu kami seperti sepasang manusia kesurupan. Saling cengkram. Saling lumat bibir. Sampai akhirnya Tito merintih, “Aduh…Maaam….kayaknya mau ngecrot nih….”

“Iya sayang…” sahutku tersengal juga sambil mempergila goyangan pinggulku, karena aku tak mau sampai terlambat mencapai orgasme.
Lalu….Tito mendesakkan batang kemaluannya sampai terasa mendorong ujung liang kewanitaanku. Dan saat itulah kami menggelepar bersamaan, menahan napas bersamaan….kemudian sama-sama mendengus…meledak di puncak kenikmatan yang tiada taranya.
O, puasnya aku….
Ketika mengenakan kembali pakaianku, Tito pun keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah berpakaian lengkap. Dengan mesra kupeluk anak tiriku dan kutanya perlahan, “Enak?”
Malu-malu Tito menyahut lugu, “Sangat-sangat enak, Mam….”
Maka kucium bibirnya mesra. Kataku, “Nanti di rumah kalau masih mau, Mami kasih.”
“Bener Mam?” ia tersenyum ceria.
“Iya sayang, mau berapa kali pun Mami kasih. Sekarang kita pulang dulu yuk. Bahaya rumah ditinggalin kosong malem-malem gini.”
Tito mengangguk dan meraih kunci mobil dari meja kecil. Dalam perjalanan pulang, ketika Tito nyetir di tengah gelapnya malam, suasana perasaanku jadi jauh berbeda dengan sebelumnya. Tanganku tiada bosannya mengelus pahanya yang sudah ditutupi celana jeans. Bahkan terkadang kukecup pipinya dengan mesra.

Dan hari sudah lewat tengah malam ketika kami tiba di rumah. Tubuhku serasa dilolosi, lunglai sekujur-kujur. Tapi setibanya di dalam kamar, aku langsung masuk ke kamar mandi. Menanggalkan seluruh busanaku dan memutar handle shower air panas.

Seharusnya lewat tengah malam gini tak boleh mandi. Tapi biarlah. Aku sudah terbiasa mandi kapan saja, terutama kalau merasa perlu membersihkan tubuhku. Lagian mandi dengan air panas begini, rasanya enak-enak saja.

Aku jarang berendam di bathtube, karena merasa lebih bersih kalau mandi sambil berdiri begini. Sekujur tubuhku kusabuni. Kemaluanku juga kusabuni lalu kusemprot dengan air hangat. Setelah merasa bersih semuanya kuhanduki sampai kering. Lalu kuambil kimono bersih dari lemari kaca kamar mandi.
Kukenakan kimono sutra putih itu tanpa mengenakan celana dalam.

Ketika keluar dari kamarku, tampak Tito sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil nonton sepakbola di tv. Dia memang pecandu sepakbola, khususnya liga Inggris.

“Belum ngantuk?” tanyaku sambil duduk di Tito yang sudah mengenakan piyama coklat bergaris-garis putih.
“Belum Mam,” sahutnya sambil menatapku sesaat dengan senyum manis. Memang manis senyum anak tiriku itu, “Sekarang kan malam Minggu….hari Senin libur pula…”
“So?” kurapatkan dudukku ke sampingnya, lalu kugigit daun telinganya perlahan, sambil melepaskan ikatan tali komonoku.
“Ja…jadi bisa begadang….” sahutnya tergagap. Mungkin karena ia baru menyadari bahwa aku tak mengenakan beha dan celana dalam. Bahkan dengan sengaja kusembulkan sepasang payudaraku.
“Payudara Mami bagus sekali…masih kencang banget,” desisnya sambil meraba payudaraku dengan tangan yang terasa gemetaran.
“Ya iyalah….Mami kan belum pernah menyusui anak….sekarang kamulah yang pertama netek ke Mami,” sahutku sambil meraih kepalanya, mengarahkan mulutnya ke payudara kiriku.
Tanpa menunggu komando lagi Tito mengulum pentil payudara kiriku. Dan terasa menyedot-nyedot seperti bayi netek.
“Elus-elus pentilnya dengan ujung lidahmu, sayang,” kataku sambil menyelinapkan tangan ke lingkaran karet celana piyamanya. Wow….ternyata penis Tito sudah ngaceng lagi !

Tito mengikuti perintahku. Sambil menyedot pentil buah dadaku, ia menjilatinya juga. Pasti membuatku horny lagi. Sementara aku pun asyik meremas-remas batang kemaluannya dengan casra yang sudah terlatih (karena aku sudah terbiasa harus merangsang suamiku setiap kali aku ingin digaulinya).
Sesaat kemudian, “Katanya pengen jilatin punya Mami….sekarang masih kepengen?” kataku sambil merentangkan kimonoku, merentangkan sepasang pahaku….sehingga kemaluanku seolah menantang Tito untuk diperlakukan sekehendak hatinya.Cerita Sex 2015
“Boleh Mam?” Tito berjongkok di atas karpet, menghadap ke arah kemaluanku.
“Boleh sayang. Sekarang Mami kan sudah kamu miliki. Lakukanlah apa pun yang kamu mau….”
Tito tampak bersemangat sekali. Ia berlutut di karpet, di antara kedua belah pahaku yang kurentangkan selebar mungkin. Dengan hati-hati ia menyibakkan bulu kemaluanku yang menutupi celah vaginaku. Lalu kusentuhkan ujung telunjukku ke clitorisku sambil memberi petunjuk, “Ini yang harus sering kamu jilati ya….tapi jangan kasar, karena clitoris ini bagian paling peka….”
Tito mengangguk. “Yang lainnya boleh dijilati gak?”
“Sesukamu jilati bagian mana pun….biar variatif….tapi yang paling sering harus dijilati ya clitorisnya itu. Kamu kan sering nonton bokep….masa belum ngerti juga.”

“Heheheee…iya Mam. Jembut Mami lebat sekali,” kata Tito sambil menempelkan mulutnya ke vaginaku.
“Iya…maunya sih dicukur sampai bersih, tapi Papi melarang….”
“Emang iya Mam….jangan dicukur….gondrong gini malah merangsang banget.”
“Ayah dan anak sama seleranya,” kataku sambil tersenyum.

Dan…aaah….Tito mulai menjilati kemaluanku….dari celahnya sampai ke clitorisku. Aku pun menyandar di sofa dengan mata terpejam. Dalam nikmat.
Dengan sedikit petunjuk dariku, Tito mulai pandai menjilati kemaluanku. Mulai rajin menyedot clitorisku dan menjilatinya dengan penuh semangat.
Sebenarnya suamiku juga sering menjilati kemaluanku. Tapi rasanya jauh lebih enak jilatan Tito. Gila. Kenapa begini ya? Entahlah. Mungkin ini yang disebut SII….selingkuh itu indah. Terlebih-lebih selingkuh dengan anak tiriku sendiri.

“Cukup dulu sayang. Nanti memek mami keburu becek,” kataku sambil mengangkat kepala Tito. Lalu kuminta Tito melepaskan pakaiannya dan duduk di sofa. Setelah Tito telanjang, aku pun menanggalkan kimonoku, kemudian duduk di atas pangkuan anak tiriku, sambil memegang batang kemaluannya yang lalu dengan mudah berhasil kumasukkan ke dalam liang kenikmatanku.

Dalam posisi begini aku yang aktif menggerak-gerakkan vaginaku membesot-besot penis Tito sambil memeluk lehernya. Tito pun memeluk pinggangku erat-erat sambil menggerak-gerakkan penisnya juga dengan arah yang berlawanan dengan gerakan vaginaku. Waktu vaginaku maju, ia mendesakkan penisnya, sementara kalau vaginaku mundur ia pun menarik penisnya. Wow….enaknya bukan main !

Tito sermakin pandai melakukannya. Ketika senggama posisi duduk berhadapan itu terjadi, tangannya pun mulai aktif. Terkadang meremas buah pantatku, terkadang meremas payudaraku. Dan ketika kuciumi bibirnya, ia pun melumat bibirku dengan penuh kehangatan.
O Tito anak tiriku tercinta !

Dinihari itu banyak posisi yang kami lakukan. Bukan cuma posisi duduk di atas sofa. Agar Tito mengenalinya satu persatu. Di satu saat aku merangkak di atas karpet, Tito kusuruh memasukkan penisnya dari belakang, dalam posisi doggy style itu kami lanjutkan persetubuhan kami. Setelah akuj orgasme dan Tito dua kali ejakulasi, kuajak ia tidur di kamarku. Tapi di dalam kamarku, Tito sudah bernafsu lagi. Maka kuijinkan ia menyetubuhiku dalam posisi klasik saja, karena sesungguhnya aku mulai letih dan ngantuk. Karena fajar pun mulai menyingsing.

Kedua pembantuku, Inah dan Wati terdengar sudah datang. Mereka biasa membawa kunci pintu pavilyun, supaya bisa masuk tanpa membangunkanku kalau masih tidur.


==========================================================================


^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO


PROMOTION :

- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon

Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :

Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 2B22E2CF
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia

Friday, April 29, 2016

Guardiola: Silakan 'Bunuh' Saya Kalau Bayern Gagal Lewati Atletico

Guardiola: Silakan Bunuh Saya Kalau Bayern Gagal Lewati Atletico



Munich - Josep Guardiola ramai dikritik usai Bayern Munich kalah di semifinal leg I. Guardiola meminta agar keraguan itu ditahan dulu karena kans Bayern masih terbuka.

Sejak mengumumkan akan memanajeri Manchester City di musim depan, pelatih Catalan itu sering kali menjadi sasaran kritik media-media Jerman. Apalagi, Guardiola belum menghadirkan trofi Liga Champions, alasan utama Bayern menunjuk dia sebagai pengganti Jupp Heynckes.

Di musim terakhirnya, Guardiola terancam gagal memenuhi tuntutan tersebut. Pasalnya, Die Roten takluk 0-1 di markas Atletico Madrid. Itu artinya, Bayern mesti menang dengan selisih dua gol saat gantian menjamu Los Rojiblancos di leg kedua tengah pekan depan.

Kendati pun tampil di depan pendukung sendiri, hal tersebut diyakini tidak akan mudah. "Semua orang sudah membunuh saya, tapi saya masih hidup," kata pelatih Bayern ini sebagaimana dilansir Mirror.

"Kami masih punya satu pertandingan lagi. Kalau saya kalah maka Anda bisa menghabisi saya tapi saya masih punya satu kesempatan," cetus Pep.

Salah satu kritik tajam yang dialamatkan kepada Guardiola adalah soal Thomas Mueller. Di pertandingan tersebut, Mueller malah dicadangkan dan baru masuk di 20 menit terakhir saat Bayern sudah kebobolan. Padahal striker kurus Jerman tersebut merupakan pemain tertajam klub di Eropa [11 gol].

"Saya senang kok memainkan Mueller. Mungkin akan lebih baik kalau saat itu dia bermain tapi saya telah membuat keputusan dan hal itu bukan berarti saya tidak senang dengan dia, hanya sekadar taktik saja," sambung Guardiola.

"Pada akhirnya saya harus membuat sebuah keputusan, tapi ini belum berakhir. Kami belum tersingkir," kata dia.



======================================================================================



^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO


PROMOTION :

- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon

Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :

Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 2B22E2CF
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia

Thursday, April 28, 2016

5 Pemanasan yang Bisa Dilakukan agar Wanita Raih Klimaks

Menurut Zoya, dibawah 8 persen wanita menikmati orgasme itu benar.



Jakarta - Aktivitas bercinta menjadi momen yang menyenangkan bagi setiap pasangan. Oleh karena itu jangan pernah lewatkan untuk melakukan pemanasan atau foreplay terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mencapai klimaks bersamaan.

Posisi bercinta yang monoton mungkin tak akan lagi jadi masalah, jika dilakukan pemanasan ini terlebih dahulu. MelansirWomenhealthmag, Sabtu (23/1/2016) berikut ini adalah pemanasan yang wajib dilakukan oleh setiap pasangan sebelum bercinta:

Rasakan detak jantungnya

Cukup satu menit sebelum melucuti pakaian. Letakkan tangan Anda di dada pasangan, begitu juga tangan pasangan Anda. Rasakan detak jantungnya. Semakin berdebar, tandanya gairah di dalam

Berpikir sesuatu yang indah

Sugestikan otak Anda jika akan meraih klimaks bersama pasangan. Bayangkan apa yang akan dilakukan pasangan terhadap Anda di atas ranjang nanti.

Meditasi

Ambillah waktu 30 detik untuk melakukan meditasi. Wanita adalah makhluk yang multifungsi. Ini artinya meditasi dapat Anda lakukan kapan saja termasuk saat menonton TV ataupun membereskan kamar samabil menunggu pasangan datang. Tujuan dari meditasi ini adalah untuk menenangkan pikiran dan menghadirkan energi positif.

Berfantasi

Untuk menciptakan hubungan yang kuat saat bercinta dan mencapai titik klimaks adalah dengan berfantasi seks. Inilah yang banyak dilakukan pria di sela-sela waktu luangnya. Tak heran jika pria tak pernah kehabisan akal untuk melakukan beragam posisi seks.

Pelukan

"Ini bukan hanya untuk setelah hubungan seks!" jelas Kerner. Semakin sering berpelukan sebelum bercinta Anda akan semakin merasakan kehangatan tubuh pasangan. Secara otomatis tubuh akan merilis hormon oksitosin, yaitu hormon cinta.


==============================================================================



^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO


PROMOTION :

- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon

Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :

Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 2B22E2CF
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia

Wednesday, April 27, 2016

Ketika Dominasi Bayern Tidak Berujung Kemenangan

Ketika Dominasi Bayern Tidak Berujung Kemenangan


Madrid - Bayern Munich memulai laga di Vicente Calderon dengan tempo lambat, yang mana membuat mereka kebobolan. Namun, semua berubah di babak kedua.

Pada laga di kandang Atletico Madrid itu, Kamis (28/4/2016), Bayern kebobolan ketika pertandingan baru berjalan 11 menit. Atletico, yang bermain dengan greget di babak pertama, sukses mencetak gol setelah Saul Niguez mengecoh empat orang pemain Bayern.

"Secara keseluruhan, ini pertandingan menarik. Tapi, kami memulai dengan buruk. Gol itu sendiri merupakan konsekuensi dari lambatnya permainan kami," kata pelatih Bayern, Pep Guardiola.

Di babak kedua, Bayern bangkit. Mereka tidak membiarkan Atletico mengembangkan permainan. Penguasaan bola nyaris selalu berada dalam kaki-kaki pemain mereka.

Dominasi Bayern itu tergambar jelas dalam statistik. UEFA mencatat, Bayern melepaskan 631 operan sepanjang laga, sedangkan Atletico hanya melepaskan 146 operan.

"Sayang sekali, kami tidak mendapatkan kemenangan, mengingat di babak kedua kami telah mencoba segalanya," ujar kiper Bayern, Manuel Neuer, seperti dilansir Soccerway.

"Di Munich, kami harus benar-benar bangkit," kata kiper tim nasional Jerman tersebut.

Atletico, selama di bawah arahan Diego Simeone, memang punya catatan bagus kala bermain di laga Liga Champions di Liga Champions. Dari 17 pertandingan kandang bersama Simeone di kompetisi antarklub Eropa tersebut, mereka memenangi 13 di antaranya dan meraih 14 clean sheet.


==========================================================================


^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO


PROMOTION :

- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon

Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :

Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 2B22E2CF
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia

Tuesday, April 26, 2016

KENANGAN YANG TAK BISA KULUPAKAN DENGAN GURU CANTIK KETIKA MENDAKI BERSAMA

Kenangan Dengan Guru Cantik Ketika Mendaki Bersama


Cerita Dewasa –Pada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Diantara rombongan itu satu guru wanita ( guru biologi) dan satu guru pria ( guru olah raga ).

Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu.

Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa ( saya memanggilnya Anisa ) orangnya terkenal galak dan judes itu dan anti cowok ! denger-denger dia itu lesbi. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok.

Bu Anis umurnya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Sedangkan teman – teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tapi cantik-cantik dan periang, cowoknya, terus terang saja, semuanya bandit asmara ! termasuk pak Martin guru olah raga kami itu.

Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak.

Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar dan galak. Menjelang sore, setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi.

Kata pak Martin sebentar lagi sampai ke tujuan. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak.

Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau.

Anisa sangat ketakutan dengan auman harimau itu. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.

Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.

Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa. Dia menggigil kedinginan. Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Kami tersesat di tengah hutan lebat.

Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. “Maaf” katanya. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin.

Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Tujuan utamanya adalah mencari pakaian tebal, sebab jaket kami sudah basah kuyup. Seluruh pakaian bawaan Anisa basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel.

Anisa minta aku meminjamkan jakaetku. Aku setuju. Tapi apa yag terjadi ? wow…Anisa dalam suasana dingin itu membuka seluruh pakaiannya guna diganti dengan yang agak kering. Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Anisa. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Tiba-tiba dia memelukku lagi.

“Dingin banget” katanya. “Terang dingin , habis kamu bugil begini” jawabku.
“Habis bagaimana? basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong ?” pinta Anisa.

Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Anisa. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman

” Maaf Nisa ?”
“Enggak apa-apa ?!”: sahutnya.

Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. ” Hangat bu ?” tanyaku ” iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ” pintanya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.

Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Anisa. Lalu aku menghindar. “Kenapa?” tanya Anisa

” Maaf Nisa ? ” Jawabku.
” Tidak apa-apa Rangga, kita dalam suasana seperti ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, dan bisa mengurangi rasa dingin yang menyengat.

Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Anisa yang montok itu, dia diam saja, bahkan seperti meningkat nafsu birahinya. Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk dan memegang penisku.

Kami masih berciuman, tangan Anisa melakukan gerakan seperti mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku. Tanganku mulai merogoh ‘Ms. Veggy’nya Anisa, astaga ! dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari tadi.

Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. ‘Ms. Veggy’nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat. Anisa sepontan melepas seluruh pakaiannya, dan meminta aku melepas pula .

Aku tanpa basa basi lagi langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! Pengalaman banget dia ? kan belum kawin ?

” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra.
” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik.
” Biasa main dimana ?” tanyanya
“Ada apa sayang?” tanyaku kembali.
” Akh enggak” jawabnya sambil melepas ‘Ms. Veggy’nya dari ‘Mr. Penny’ku, dan dengan cekatan dia mengisap dan menjilati ‘Mr. Penny’ku tanpa rasa jijik sedikitpun.

Anisa meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah ‘Ms. Veggy’nya. Aku jilati ‘Ms. Veggy’ itu tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia minta senggama lagi, lagi dan lagi, hingga aku ejakulasi.

Aku sempat bertanya, “Bagaimana jika kamu hamil ?”
” Don’t worry !” katanya.

Dan setelah dia memebersihkan ‘Ms. Veggy’nya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Paras Anisa tampak anggun dan cantik sekali.

Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Anisa minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali ‘Mr. Penny’ku. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Penny’, dia kan belum nikah ? tidak punya pacar ? kata orang dia lesbi.

Aku menuruti permintaan Anisa. Dia menggagahi aku, lalu meminta aku melakukan pemanasan sex (foreplay). Mainan Anisa bukan main hebatnya, segala gaya dia lakukan. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul dan bergumul lagi. Anisa meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya.

Dia minta agar aku meremas-remas payudaranya, lalu memainkan lubang ‘Ms. Veggy’nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku yang sudah sangat tegang itu, lalu dijilatinya, dan dimasukkannya kelubang vaginanya, dan kami saling goyang menggoyang dan hingga kami saling mencapai klimaks kenikmatan, dan terkulai lemas.

Anisa minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Romantis sekali tempat kami itu. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan.

Anisa hanya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya. Aku telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Anisa dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.

Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami pakai semaksimal mungkin. Di hari yang cerah itu, Anisa minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar.

Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi. Anisa menuntun ‘Mr. Penny’ku masuk ke ‘Ms. Veggy’nya. Dan di menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin menekan ‘Mr. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Veggy’nya.

Di atas batu yang ceper nan besar, Anisa membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ‘Ms. Veggy’nya terbuka lebar, disuruhnya aku menjilati bibir ‘Ms. Veggy’nya hingga klitoris bagian dalam yang ngjendol itu.

Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang ‘Ms. Veggy’nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Anisa merem melek kenikmatan. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, ‘Mr. Penny’ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lalu diisapnya dengan memainkan lidahnya, Anisa minta agar aku jangan ejakulasi dulu,

“Tahan ya ?” pintanya. ” Jangan dikeluarin lho ?!” pintanya lagi.

Lalu dia menghisap ‘Mr. Penny’ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan ‘Mr. Penny’ku di ‘Ms. Veggy’nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan. Anisa mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ” keluar”, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang “keluar” dan oh,,,,oh…oh….muncratlah air maniku dilubang ‘Ms. Veggy’ Anisa.

“Jahat kamu ?!” kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja. ” Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu.

Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Anisa menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata

” Aku suka kamu ” Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Anisa tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi ‘Mr. Penny’ku.

Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Anisa tetap mengocok-ngocoknya. Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku ” keluar” karena tangan Anisa selalu memainkan ‘Mr. Penny’ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.

” Aku lemas sayang ?!” bisikku mesra
” Biarin !” Bisiknya mesra sekali. ” Aku suka kok !” Bisiknya lagi.

Tidak mau ketinggalan aku merogoh celana olah raga yang dipakai Anisa. Astaga, dia tidak pakai celana dalam. Ketika jari-jari tanganku menyolok ‘Ms. Veggy’nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? astaga lagi, Anisa sudah ‘keluar’ banyak, ‘Ms. Veggy’nya basah oleh semacam lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget. Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan.

Ketika sampai di rumah Anisa, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu.

Lalu aku pulang.Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru. Hari-hari selanjutnya selalu bertemu ditempat-tempat khusus seperti hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam suatu liburan kami ke Bali selama 12 hari.

Ketika aku sudah menyelesaikan studiku di SLTA, Anisa minta agar aku tak melupakan kenangan yang pernah kami ukir. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku.

Alangkah sedihnya Anisa malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Tak rela rasanya aku kehilangan Anisa. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya.

Anisa memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. Cincin Anisa hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya.

Anisa berencana berhenti menjadi guru, “sakit rasanya” ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Anisa akan melanjutkan S2 nya di USA, karena keluarganya ada disana. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi.

Pada suatu saat, ada surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra. Anisa Maharani, MSC. Rupanya benar dia menyelesaikan S2 nya.Aku terbang ke Jakarta, karena resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima.

Aku datang bersama kakakku Rina dan Papa. Di pesta itu, ketika aku datang, Anisa tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.

“Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku ” Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku.

Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Ku usap airmata tulus Anisa. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium “Anisa”. Dia setuju dan masih menenteskan air mata.

Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Setelah lima tahun tak ada khabar lagi dari dia, aku sudah menikah dan punya anak wanita yang kuberi nama Anisa Maharani, persis nama Anisa. Ku kabari Anisa dan dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang diberi nama Rangga, cuma Rangga berbeda usia tiga tahun dengan Anisa putriku.

Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya.


=========================================================================


^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO


PROMOTION :

- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon

Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :

Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 2B22E2CF
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia

DUKUN CABUL MENGAMBIL KESEMPATAN MENIKMATI TUBUH WANITA SETENGAH BAYA

Dukun Cabul Menikmati Tubuh  Wanita Setengah Baya


Cerita Dewasa – ”Din, setelah 2 orang ibu-anak itu, aku mau istirahat.” ujar Mbah Sukmo dari dalam kamar prakteknya setelah memberikan susuk pada seorang pasien. Samsudin bergegas keluar menghampiri dua pasien berikutnya dan mempersilahkan masuk ke ruang praktek Mbah Sukmo. Mbah Sukmo adalah seorang dukun kondang di daerah Jatim.

Keahliannya sangat tersohor, dari pelet sampai santet. Dari pengelaris sampai jabatan, dia tiada bandingannya. Ruang prakteknya yang dipenuhi oleh benda-benda pusaka, dan segenap wewangian kemenyan serta sesaji bagi iblis sesembahannya menambah keangkeran dukun berusia 60 tahun dengan jambang lebat memenuhi wajahnya. Pasien berikutnya adalah Nyonya Restuwati dan diantar oleh puterinya Lisa.

Nyonya Restuwati adalah wanita berusia 45 tahun yang sangat anggun. Dia sengaja datang ke Jawa Timur selain untuk menghadiri resepsi karibnya kemarin, juga mengunjungi Sang Dukun yang sakti mandraguna ini. Sengaja dia minta antar puterinya, karena kesibukan suaminya sebagai pengusaha yang mengharuskan melakukan perjalanan bisnis ke Eropa.

Jilbab kuning yang membungkus kepalanya menambah kanggunan wanita berparas cantik ini. Di sampingnya adalah puteri sulungnya Lisa yang tercatat sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Menurun dari ibunya, Lisa yang masih 18 tahun ini juga memiliki kecantikan yang tidak kalah dengan Sang Ibu. Gadis ini tampil santai dengan kaos merek Zara yang ketat lengkap dengan jeans hitam yang lekat dengan pahanya yang ramping.

“Silahkan duduk Nyonya Restuwati dan Dik Lisa….” ujar Mbah Sukmo mempersilahkan kedua pasien terakhirnya ini untuk duduk di karpet tepat di depan meja praktiknya.

Mata sang dukun yang tadinya lelah sontak kembali berbinar. Amboi, cantik benar 2 makhluk ini. Mulus, berdada montok, dan ah….ternyata tidak cuma mata sang dukun yang berbinar, penis Mbah Sukmo pun ikut memberikan sinyal soal santapan malam yang indah dari dua wanita cantik ini. Belum sempat dua pasiennya menyembunyikan kekagetan dengan kemampuan Sang Dukun menebak nama-nama mereka.

Mbah Sukmo kembali berujar,

“Nyonya Restuwati tidak usah kuatir. Nyonya pasti bisa jadi anggota dewan tahun ini….Bukankah begitu yang nyonya inginkan?”
“Be..benar…Mbah Dukun. Gimana Mbah bisa tahu maksud saya?” tanya Nyonya Restuwati makin kaget sekaligus makin percaya pada kesaktian sang dukun.

Nyonya Restuwati memang salah satu caleg dari parpol pada pemilu tahun ini. Dan di saat peraturan bukan lagi pada nomor urut, melainkan suara terbanyak, membuat sang nyonya menjadi ketar-ketir.

“Hahahaha…iblis, setan dan jin mengetahui semua maksud di hati.” ujar Mbah Sukmo bangga.
“Tapi, ini tidak gampang, Nyonya….” ujarnya lagi.
“Maksud Mbah Dukun? Bagaimana caranya? Apa saja akan saya lakukan untuk itu Mbah.” ujar Nyonya Restuwati tidak sabar.

“Aura kharisma Nyonya tertutupi oleh tabir gelap sehingga tidak keluar. Harus ada banyak pengorbanan, dan sesembahan agar itu semua keluar. Tapi itu ada ritualnya, bisa diakali, Nyonya tidak perlu kuatir.” Kali ini Mbah Sukmo mulai ngawur.

Semua kalimatnya sengaja dirancang untuk mendapatkan keuntungan dari dua wanita cantik ini. “Kamu dan puterimu harus total mengikuti ritual yang akan saya siapkan. Sanggup?” “Sanggup,Mbah” “Dik Lisa sanggup membantu Mama?” tanya dukun yang sedang horny ini pada puterinya.

“Sanggup,Mbah.” Sahut Lisa demi sang mama tercintanya.

Mulailah Mbah Sukmo komat-kamit sambil melempar kemenyan pada pembakarannya. Matanya tiba-tiba melotot. Dan suaranya menjadi parau.

“Kalian berdua ikut aku ke ruang sebelah….Sebelumnya Nyonya minum air dalam kendi ini. Air suci dari negeri jin Timur Tengah.” Mbah Sukmo menyodorkan kendi yang memang disiapkan khusus, dengan rerempahan yang mengandung unsur perangsang yang sangat kuat.

Niat kotornya sudah mulai dijalankan. Di sebelah ruang praktik utama terdapat gentong besar berisi bunga-bunga aneka macam. Dan sebuah dipan kayu, serta meja kecil di dekatnya. Lebih mirip kamar mandi. Mbah Sukmo menyuruh Nyonya Restuwati masuk mendekati gentong. Dan memberi perintah agar Lisa melihat dari depan pintu ruangan.

“Kita mulai dengan pembersihan seluruh tabir itu, Nyonya. Rapal terus mantra ini dalam hati sambil aku mengguyur badan Nyonya….Mojopahit agung, Ratu sesembahan jagad. Hong Silawe,Hong Silawe. ” lanjut Sukmo.

Tangannya mengambil gayung di gentong dan mengguyur pada tubuh Nyonya Restuwati. Air kembang pun dalam sekejap membasahi jilbab dan gamis hitam Nyonya Restuwati. Semakin memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh Nyonya ini yang masih ramping dan terjaga.

“Edan..ngaceng kontolku rek.” batin Mbah Sukmo.

Tangannya yang satu bergerak menggosok tubuh yang sudah basah itu. Dari ujung kepalan Nyonya Restuwati yang masih terbalut jilbab kuning, dahi, hidung, bibir, leher, dan merambat ke dua gundukan di dada Nyonya Restuwati. Sempat Nyonya Restuwati terkaget dengan sentuhan tangan kasar sang dukun, tapi buru-buru dia konsentrasi lagi dengan rapalannya.

“Bagus terus konsentrasi Nyonya. Jangan sampai gagal, karena akan percuma ritual kita…Sekarang lepas baju Nyonya biar reramuan kembang ini meresap dalam kulit Nyonya.” Perintah Mbah Sukmo yang langsung dituruti oleh Nyonya yang sudah ngebet jadi anggota dewan ini.

Nyonya Restuwati benar-benar telanjang bulat sekarang. Tubuh putih mulus dengan kulit yang masih kencang. Melihat mangsanya dalam kendali, Mbah Sukmo semakin berani. Badannya dirapatkan, agar penisnya menempel di belahan pantat Sang Nyonya yang montok. Jemarinya semakin nakal memainkan puting Nyonya Restuwati. Terus turun ke sela-sela paha Nyonya Restuwati, memainkan vagina Sang Nyonya. Setelah 5 menit, tampak tubuh Nyonya Restuwati bergetar, tanda-tanda bahwa ramuan perangsang sudah mulai bekerja.

Mbah Sukmo menuntun Nyonya Restuwati ke dipan kayu yang ada di ruangan itu dengan semua letupan birahi yang semakin tidak tertahankan. Perhitungannya, tak lama lagi, Sang Nyonya akan tidak mampu berdiri karena melayang di antara alam sadar dan bawah sadarnya. Setelah membaringkan mangsanya, Mbah Sukmo meneruskan rangsangannya.

Bibir tebalnya terus mencium seluruh tubuh Sang Nyonya. Wewangian kembang membuat nafsunya semakin tidak tertahankan lagi. Bibir dan lidahnya menyerbu bibir vagina Sang Nyonya. Edan, orang kaya emang beda. Jembutnya aja ditata. Wanginya juga beda, batin Mbah Sukmo sesaat setelah melihat vagina Nyonya Restuwati. Nyonya anggun ini mulai terangsang hebat.

Tubuhnya menggeliat-geliat setiap sapuan lidah Sukmo memutar-mutar klitorisnya. Pantatnya naik turun seakan ingin lidah Mbah Sukmo tertancap lebih dalam.

“Eeeemmm….”Desah Nyonya Restuwati penuh kenikmatan.
“Ini saatnya.” Pikir Mbah Sukmo membuka pakaian dan celananya dengan buru-buru lalu naik ke atas dipan, mengambil posisi di sela paha Restuwati.
“Apa yang Mbah lakukan pada Mama?”Tiba-tiba semua perhatian Mbah Sukmo terbelah oleh pertanyaan Lisa.

Iya, ada anaknya yang nonton dari tadi. Beda ama ibunya, Lisa tentu saja masih sangat sadar.

“Tenang cah ayu. Mamamu harus melakukan ritual tertinggi kharisma asmaradana. Aku harus menyatu lewat persenggamaan untuk membongkar tabir jahat pada Mamamu. Mamamu harus ditolong. Kamu mau pengorbanan Mamamu tidak sia-sia bukan,Nduk?”

“Iya,Mbah.” “Sekarang diam di situ. Dan bantu perjuangan Mbah dan Mama dengan rapalan tadi….” perintah Mbah Sukmo sambil mengembalikan konsentrasinya pada penisnya yang sudah berdiri tegak.

Urat-urat penisnya semakin membesar, pertanda sudah sangat siap untuk melakukan penetrasi. Kepala penis Mbah Sukmo yang mirip jamur raksasa berwarna hitam itu kini sudah berada di bibir vagina Nyonya Restuwati.

Bibir vagina yang sudah basah karena cairan itu merekah saat kepala penis Sang Dukun mulai membelah masuk. Mbah Sukmo mengatur napasnya. Perjuangannya untuk menembus vagina Nyonya satu ini ternyata cukup sulit. Diameter penisnya terlalu besar untuk vagina Nyonya Restuwati. Baru kepala penisnya yang mampu masuk.

“Aaaaah…seret juga milikmu,Restuwati sayang. penis suamimu payah rupanya. Tahan sedikit ya. Mbah akan beri kenikmatan hebat…” bisik Sukmo pada telinga Restuwati.

Di lingkarkannya tangan gempal Sang Dukun pada pantat montok Nyonya Restuwati. Dadanya bersandar pada dua payudara Restuwati. Dan dengan hentakan keras, dibantu tekanan tangannya, penis Sukmo melesak masuk.

“Eeeeemmmphmm,…mm..mm.”Desah Restuwati sambil merem melek. Pengaruh ramuan perangsang plus hentakan tadi rupanya membuat sensasi luar biasa bagi Restuwati.

Sukmo pun merasa nikmat luar biasa. Dibanding milik istri mudanya pun, milik Restuwati masih lebih legit. Mungkin karena orang kota pandai merawat diri, pikir Sukmo sambil menikmati pijatan vagina Restuwati.

“Plok…plok…plok…plak…plak…plak..” suara perut Mbah Sukmo bertemu kulit putih Restuwati.

Sesekali Mbah Sukmo menelan ludahnya sendiri melihat batang besarnya yang hitam pekat keluar masuk vagina Restuwati yang putih mulus. Kontras, menimbulkan sensasi yang luar biasa. “Ooooh…Mbah.” Restuwati mengeluh panjang.

Tubuhnya mengejang hebat. Orgasme melanda wanita molek ini rupanya, batin Sukmo. Terasa cairan hangat mengalir deras membasahi batang penis Sukmo. Sukmo mengejamkan matanya menikmati sensasi hebat ini. Ia sengaja membiarkan Restuwati menggelinjang dalam orgasmenya.

“Sekarang saatnya,sayang. Jurus entotan mautku. 6 isteriku sendiri tidak ada yang bisa tahan…”Bisik Mbah Sukmo sambil tersenyum setelah melihat orgasme Restuwati sudah reda.

Sukmo mulai mempercepat genjotannya. Naik turun tanpa lelah. Pantat Restuwati pun mengikuti irama genjotan Mbah Sukmo. Sesekali sengaja dia tarik penisnya hingga hanya menyisakan kepalanya.

Membuat pantat Nyonya Restuwati terangkat seakan tidak rela barang besar itu keluar dari vaginanya. Mbah Sukmo menarik tubuh Restuwati hingga mengubah posisi menjadi duduk. Sambil memeluk pinggul Restuwati, Sukmo meneruskan sodokannya.

Restuwati pun mengimbangi dengan meliuk-liukkan pinggulnya. Gerakan pantat Restuwati membuat penis dukun tua itu seperti diremas-remas. Karena hasratnya yang sudah memuncak. Nyonya Restuwati mendorong Sukmo rebah. Dan kini Nyonya anggun itu mengambil kendali dengan liarnya. Rambut panjangnya terurai berkibar-kibar. Peluhnya membuat kulit putihnya seakan mengkilap.

“Hong Silawe,…uuuggh…mmm..mmmph…Hong Silawe…aaaaahhh…” Dalam gerakan liarnya pun Restuwati tidak lupa membaca manteranya.

Mbah Sukmo tersenyum dan menikmati itu sebagai pemandangan yang begitu erotis. Dua tangannya meraih dua payudara Restuwati yang terayun turun naik. Meremasnya dengan gemas. Sesekali tubuhnya terangkat untuk memberi kesempatan bibirnya mengulum dua puting yang menggoda itu. Nyonya Restuwati mengerang dengan hebatnya. Sebuah percumbuan yang hebat ini mungkin baru kali ini dia alami seumur hidupnya.

“Ooooohh….ooohh…uuuggh.Hong….aaaaah…Silawe..Ratu…j agaaaad…aaaah” Restuwati semakin meracau tak karuan.

Tubuhnya mulai tak kuasa kembali menahan kenikmatan dahsyat ini. Restuwati terus meliuk di atas tubuh tua Sang Dukun. Pantatnya mengayun dengan irama yang semakin kacau. Dan, kedua tangannya memegang rambut panjangnya.

“Bagus, sayang…terus rapal.rapal…aaah…rapal..kita sampai bareng, Restuwatiku….hhhhmmpphh..”Mbah Sukmo pun merasakan penisnya mulai berkedut.

Sambil mencengkram keras pinggul Nyonya Restuwati. Mbah Sukmo membantu mempercepat kocokan dari bawah. Tubuh Mbah Sukmo mulai menegang. Dan sambil bangkit mendekap Nyonya Restuwati, Mbah Sukmo mengeluh keras,

“Aaaaaaaaagghhh…ghh…Restuwati…” “aaaaagggh….mmmmph…mmmp…aaaaah.”Nyonya Restuwati pun menyambut pelukan Sang Dukun.

Tubuhnya bergetar untuk kedua kalinya. Rupanya inilah kali kedua Restuwati mendapat orgasme hebat di dipan kayu ini. Badan seksi Nyonya yang anggun ini pun ambruk didekapan Sukmo yang masih merem melek menikmati sisa orgasmenya dari caleg cantik ini.

Dua-tiga menit ia memeluk Restuwati, membiarkan penisnya menikmati hangatnya liang peranakan Restuwati. Setelah menidurkan Nyonya Restuwati yang kelelahan di dipan, Sang Dukun melepaskan penisnya dari vagina Nyonya Restuwati.

==================================================================================


^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO


PROMOTION :

- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon

Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :

Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 2B22E2CF
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia

PERMAINAN KASAR DENGAN 3 CEWEK SEKALIGUS SAMPAI KETAGIHAN SEKS

Permainan Kasar Dengan 3 Cewek Sampai Ketagihan Seks


 Cerita Dewasa – Siang itu, aq ke toko bersama temen kuliah aq. Sebut saja namanya Silvy. Anaknya cantik dan centil. Rambutnya disemir highlight.

“waah…ada nonik nonik cantik nih!”, goda faizal sambil bersiul-siul. ke 3 karyawan aku yang lain cuman senyum-senyum. Maklum, yang ke 3 ini keliatannya ngga kegatelan kayak si faizal itu. huh!
 

Sesampainya didalam, silvi bilang kalo si faizal lumayan ganteng juga, kayak indra brugman. whahahahahahaha….gw ngakak abis. indra gedubrag kali ya. kamu demen ama dia ya? silvy cuman mencibir…ih ngga lah. kan cuman komen aja, kok.
 

Hihihi…komen apa komen, nih Awas ya lu sampe ada macem-macem ama dia, sahutku ketus. Dia bengong, lalu bertanya emangnya ada apa.
 

“Ya pokoknya gitu deh.”. temen gw itu terdiam, trus ho-oh sambil bingung.
“ah…gue tahu!”, pekik dia tiba-tiba. “Dia tuh salah satu budak loe kan?” gubrak! kaget gw dibilang begitu. Weleh…ini anak tahu dari mana ya? Ngga lah..ngapain juga, sahut gw enteng. Alaaa, ngaku aja…gue kan tahu elo, balas Silvy dengan gayanya yang centil dan sok imut
 

“Tapi aneh juga ya. cowok jadi budak seks elo. apa ngga kebalik tuh?”, tanya dia. Kebalik gimana?
 

“ya mestinya elo yang jadi budaknya dia. mungkin aja elo merasa yang memperbudak, padahal dia tetap dapat keuntungan toh?”, tukas Silvia sambil tertawa centil. Gw cuman bisa melengos aja.
 

“wah loe gila lin. kalo dia mulut ember gimane coba? malu la…”, ujarnya. ah biarin. tapi kayaknya dia bisa dipercaya kok, sahutku ringan.
 

Dia lalu manggut-manggut. mungkin keenakan kali ya bisa ngewe ama elo? katanya genit. Hahaha…gw cuman tertawa kecil. Sama-sama enak lah yaow!
 

“napa loe pengen coba?”, tanyaku kecil. Xixixixi…ngga lah. 
“tapi gw penasaran deh. katanya itunya gedhe yach!”, tanyanya penuh antusias. Hahaha…gw cuman ketawa. liat aja sendiri.
 

“Yeee…. gitu aja ngga mau bilang. sebel deh.”, ujarnya sewot.
“Hoi, jadi ngga ntar akhir minggu kita jalan2 ke tretes?”, tanyaku. Ho-oh dunk! kenapa? kamu ga bisa? Ngga, ya bisalah, sahutku, kan kita mau cari koko-koko disana hihihi…
 

“Ahhhh! aku ada ide!”, pekik silvy.
“Gimana kalo ngajak di faizal itu? Dia kan bisa nyetir, sering nganterin kamu kuliah kan? kita butuh disupirin nih, ga nyupir sendiri. juga kan lebih nyaman plus aman kalo ada cowok yang ikut. betul ga?”.
 

gw diem sejenak.
 

“ah…elo pasti kegatelan pengen diewe ama tukang gw itu kan?. Silvy tertawa, “siapa takut!”. lagi-lagi gw cuman melengos aja. “kenapa ngga ngajak pacarmu sih? kan enak.”. Dia mengeleng.
 

“aduuuuh jeng lina, itu kan ladies night, buat kita berdua, BFF. ga enak lah ngajak hanhan.”. Wew, lah trus kamu mau tanggung akomodasinya? penginapan, makanan dan uang saku. Itu kan musti diperhitungkan, sahutku. Dia mengangguk.
 

Setelah berunding, akhirnya kita sepakat mengajak faizal ke Tretes untuk berlibur, tentunya dia jadi supir. Akomodasinya ditanggung berdua (maklumm, dia juga anak bos hihihi). Dan, Kok ya pas, masih ada kamar tersisa untuk dibooking, padahal termasuk libur panjang hari kejepit, tapi kamarnya faizal dapatnya paling pojok. wkwkwkwk…namanya juga kamar sisa yang ga laku. 

“pokoknya aku ikut!”
 

Aku dan Silvy terbengong melihat adik perempuan silvy, merajuk ingin ikut. Padahal kita hanya booking 2 kamar. Pas mau nambah udah ngga bisa, penuh!
 

Akhirnya, daripada ribut-ribut, Linda (adiknya silvy) diputuskan boleh ikut. Dengan gembira dia segera mempersiapkan koper dan kemudian berangkat bersama-sama.
 

Karena kita berangkatnya pagi, sampai disana masih siang. Setelah cek-in, kita segera membenahi kopor. Untung dapat kamar yang ranjangnya king-size, jadi dibuat bertiga masih bisa, walaupun agak sempit. Tapi gw ga yakin itu king-size beneran, kok terasa lebih kecilan ya dari ranjang gw.
 

Setelah agak sorean…, kita bertiga berencana untuk berenang. Bikini two piece sudah melekat di tubuh kita, dibalut kemeja tipis putih. Kita emang sengaja pakai yang seragam biar menarik perhatian koko-koko gitu lho wkwkwkwk…
 

Tiba-tiba…
 

“tit tit…tit tit” ada sebuah SMS masuk ke hp gw. Isinya, “Ayo non. sekarang aja ya. mas udah ngga tahan nih…”. Wew…si faizal toh. Segera aku tunjukin ke Silvy dan dia langsung tertawa genit. Linda ingin tahu juga apa isi sms itu tetapi aq larang. bisa berabe.
 

“gimana?” tanyaku. Silvy cuman mengangkat bahu, “ya terserah sih. lagian aku ya ngga begitu mood berenang.”. Linda terlihat kaget dengan jawaban cece-nya.
 

Loh aku ya ga mau kalo berenang sendirian, ujarnya sewot.
“gini aja. kamu berenang dulu. Cece ama ce Lina ada urusan bentar. nanti kita susul.”, bujuk Silvy. Aq mengangguk.
 

Janji ya? IYA!
 

Linda lalu mengambil handuk dan keluar untuk berenang, olahraga kesukaannya. In the meantime, aq reply sms-nya faiz, “sini aja kalo berani!”. wkwkwk…
 

“lho ada mbak Silvy. Katanya mau berenang?”, tanya Faizal heran. Aq diam saja sambil duduk diranjang. Silvy terlihat sekali salah tingkah, mungkin gugup dia.
 

“Ya dah. saya keluar dulu aja, mbak. permisi.”, pamitnya ke aq. Eit! mas. ga papa. dia mau ikutan kok!, ujarku pelan.
 

“serius nih mbak?”. Sambil tersenyum Silvy menganggukkan kepala. Woooo.. Aseeeeeeeeeeeeeeeeeeek! Teriaknya kegirangan! Dua mq cina sekaligus! waaaaaaa mimpi apa aku! waaaaaaaaaaaaaaa!
 

Wew…kayak dapet lotere aja mas… Faizal lalu duduk di ranjang. Aq ama silvy diam aja. Tegang nih! hihihi… “yang mana dulu tak bikin kelojotan nih?”, ujarnya santai. Aq spontan nunjuk Sylvy, yang dibalas dengan pelototan mata.
 

Tidak membuang waktu Faizal lalu memeluk tubuhnya Silvy dan merebahkannya keatas ranjang. Diciuminya bibir Silvy yang tipis itu dengan penuh gairah. Aq lihat silvy diam saja. Mungkin masih belum biasa dengan cowok seperti faizal. Aq duduk disebelahnya sambil melihat mereka bercumbu.
 

Faizal lalu menjilati leher Silvy sambil mulai melepas kemeja putih tipis yang dipakai. Tangannya meremasi payudara Sylvi yang ranum itu dengan nafsu. Awalnya Silvy selalu menepis, tetapi lama-lama dia membiarkan payudaranya diremas-remas begitu oleh Faizal.
 

Setelah agak lama, faizal lalu melepas ikatan bra bikini hitam yang dipakai Silvy. Dipandanginya sebentar kedua buah dada yang indah putih itu. Lalu dengan ganas dia menjilati puting sebelah kanan Silvy.
 

“Ssstt…ah….” erang Silvy keenakan. Kedua tangan temenku itu udah mulai memeluk kepala faizal dan tampak sangat menikmati putingnya disedot-sedot karyawan gw itu.
 

Tak tahan dengan gejolak, aku pun mulai menyedot puting kiri Silvy. Dia semakin keras mengerang keenakan. Kami berdua terus mencumbui kedua puting Silvy dan membuatnya semakin bergairah.
 

Setelah beberapa menit memberikan rangsangan seksual kepada Silvy, Faizal lalu rebah, terlentang. “Ayo mbak, gantian dunk.”, ujarnya genit.
 

Silvy membalasnya dengan menyedot puting kanan si Faizal itu sambil membelai- belai penisnya. Aq tak mau kalah, gw juga sedot puting kiri Faizal sambil memainkan penisnya juga. Faizal cuman mengerang
 

“ah…enaknya .ssssst” merasakan dirinya dicumbui oleh dua gadis chinese yang cantik. wkwkwk…
 

setelah cukup puas, Faizal menghentikan kami dan menyuruhku melepas CD yang dia pakai. Dengan perlahan gw lepas celana dalam hitam dia yang cukup seksi itu. Dan…wow…!
 

“Lebih gedhe dari punya hanhan toh?”, kataku sambil ketawa. Silvy cuman tersenyum genit. Kita berdua lalu rebutan menjilati penis hitam yang berukuran cukup besar itu. Sangat pas dengan bentuk tubuh Faizal yang atletis.
 

“stt….sss…ah….aduh mbak…sss”, erang faizal keenakan, merasakan penisnya bergantian dikulum, dijilat, dikocok dan diremas-remas oleh aq dan Silvy.
 

Cukup lama kami memainkan penisnya si Faizal itu sampai dia meminta berhenti, takut muncrat. Hehehe…
 

Dia lalu bangun dan menarikku keranjang. Dengan ganas dia melucuti seluruh pakaianku dan membiarkan aku tidur terlentang tanpa sehelai benang pun. Diangkatnya kedua lenganku keatas lalu dijilatinya kedua payudaraku dengan penuh nafsu. Silvy duduk disamping aq sambil tangannya mengkocok penis Faizal. Aq dan Faizal berciuman cukup lama sambil kedua tangannya bergerilya meremasi dan memainkan payudara serta putingku.
 

Saat dia menjilati leherku, aku bisikin, “ayo mas, masukin. saya udah ga tahan.”. Dia cuman nyengir sebentar tetapi terus mencumbui aku tanpa memasukkan penisnya yang besar itu. oh! aq tersiksa betul dengan gairah yang meledak-ledak ini.
 

Faizal kemudian menindihku dan menggesek-gesekkan penisnya pas di belahan mqku. auh…ini orang bener2 tahu cara menggoda cewek. Aq sudah ngga tahan, setiap gerakan menusuknya sengaja aq cari sela yang pas supaya bisa masuk. Setelah beberapa kali meleset, akhirnya dia menusukkan penisnya yang besar kedalam mq aq.
 

“Ouhhhhhhh…..mas…sshhh…”, erangku penuh nikmat. Sekilas kulihat Silvy mengerang sendiri dan mencumbui dirinya.
 

Faizal menggenjotku dengan kasar. Ouh…terasa agak sakit karena ukuran penisnya yang cukup besar, kayak sesak gitu mq aq. Tapi enak…st…terusin mas… Dia menciumi bibirku dan kami berpelukan sambil aq digenjot dengan ganas. Setelah beberapa menit aq merasakan kenikmatan, tiba-tiba faizal menghentikan genjotan kasarnya dan mencabut penisnya.
 

“Aduh…kok dikeluarin. ayo masukin lagi mas…ayo…”, pintaku. Duh…udah ga kayak bos ama karyawan deh. Betul omongan Silvy, ini yang jadi budak seks siapa ya? Aku tahan pantatnya supaya penisnya ngga dikeluarin, tapi faizal menepis tanganku dengan lembut dan mencabut penisnya dari mq aku.
 

Dia lalu mencium Silvy dengan penuh nafsu. Ah, rupanya gantian di Silvy toh… Ya udah, aku mengalah, hihihi… Faisal lalu merebah terlentang dan Silvy ditariknya keatas badannya. Dia lalu memposisikan penisnya dan bleb…langsung masuk kedalam mq Silvy.
 

“Auuuuuuuuh…sakit…mas…”, erang Silvy. Rupanya mq-nya belum terbiasa dimasukin penis segede itu. Ndak papa, mbak.
 

lama-lama nanti enak. Tanya mbak Lina kalo ngga percaya. Dia sekarang ketagihan ama penis jawa aku hahahaha… sahut Faizal enteng sambil tertawa lebar.
 

Faizal memegang pinggul Silvy dan menggoyangnya maju mundur. Payudara Silvy yang cukup besar, sekitar 34C terlihat sangat seksi dengan posisi digenjot seperti itu. Aq yang sudah horny lalu merengkuh kepala Silvy dan menciumi bibirnya. Dia awalnya kaget, tapi lalu membalas ciuman aq. Yah…seumur-umur nih baru kali ini maen ala lesbi. Hehehe…tapi udahlah…namanya juga lagi horny
 

Setelah cukup puas, Faizal lalu merebahkan Silvy dan menggenjotnya lagi dengan ganas, kali ini dalam posisi misionaris. Wah aku baru tahu kalo Silvy itu ribut banget saat ngesex ya. Wkwkwk…Erangannya begitu erotis, mungkin dia betul-betul “lepas”, kalo aq seh masih ada rasa
 

“segan” gitu lho… maklum, aq kan bos.
hahaha..
 

“cklek… cklek…”
“Aduh…cece ini gimana seh. Katanya mau nyusul. Ditunggu lama ngga datang-datang. sebel lho aku.” WADOOOOOOOOOOOOOOH!
 

Linda tiba-tiba nongol masuk kedalam kamar.
 

“Ya ampun cece…Ya ampunnn…”, Teriaknya kaget melihat aq dan Silvy dengan asyik berhubungan seks dengan Faizal.
 

Aq kuaget setengah mati, begitu juga dengan Faizal dan Silvy. Faizal segera mencabut penisnya sedang Silvy berusaha menutupi badannya dengan apapun yang bisa diraihnya.
 

“Aku laporin mama!”, teriak Linda. Dia lalu berusaha keluar kamar. Tiba-tiba Faizal meloncat turun dari ranjang dan menyergap Linda, lalu menariknya hingga duduk diatas ranjang. “jangan mas…jangan….”, teriak Linda, dia nampak shock, begitu juga Aq dan Silvy.
 

“mas jangan apa-apain adikku lho…maaaaaaas!”, teriak Silvy ikutan histeris. Aq diam terpaku tidak tahu harus bagaimana.
 

“tenang aja mbak. tenang semua! aku bukan pemerkosa kok…!”, hardik Faizal dengan tegas, menghentikan teriakan dan histeris kami bertiga.
 

“Mbak linda tenang saja. Cece kalian itu tidak saya perkosa kok. Mereka yang mau sama saya. Saya cowok baek-baek, bukan pemerkosa.”, ujar Faizal setelah beberapa waktu. Linda melengos.
 

“Mana handphonemu?”, pinta Faizal ke Linda. Awalnya Linda menolak menyerahkan handphonenya, tetapi setelah dibentak Faizal, dengan gemetar dia memberikan HP itu kepada karyawan aq. Faizal lalu memberikan HP itu ke Silvy. Nih hp adikmu.
Jaga jangan sampai dia lapor orang tua kalian. Bisa berabe, baik saya maupun kalian.
 

“Ngapain kamu sama cece? emang ga ada cewe lain ya?”, ujar Linda tiba-tiba, telunjuknya mengarah ke Faizal dengan sangat ketus. Faizal terkekeh, lha cece kamu yang mau kok. Kita semua manusia, mbak. Punya kebutuhan dan keinginan terpendam, tambahkan sambil tertawa lebar. Aq ama Silvy tersenyum kecut.
 

Faizal lalu berdiri dalam posisi telanjang begitu dan dia mengunci pintu kamar. Ugh…sexy abis lah. “Non Linda diam saja, saya ngga akan apa-apain kalau emang situ ga mau. Tapi kalo mau sih ya…lebih bagus.”, ujar Faizal sekenaknya sambil tertawa kecil.
 

Dia lalu duduk diranjang dan kembali memeluk Silvy. Namun Silvy nampaknya udah kehilangan mood dan dia menepis pelukan Faizal. Sedikit kecewa, dia lalu menuju ke aq dan mencium bibirku. Aq biarin aja. Merasa ada angin segar, dia langsung menarikku dan merebahkan aku keatas ranjang dan kami kembali bersetubuh. Ouhf… enaknya penis besar itu mengkocok meqi aq.
 

Aq betul-betul menikmati genjotan Faizal yang kasar ini. Tangannya terus meremasi payudara aq sambil bibirnya melumat bibir aq dan menjilati leherku.
 

“Ouhs…terus mas…sssh…enak banget…ahhh”, erangku penuh gairah. Silvy dan Linda duduk diam mengamati aktifitas kami berdua.
 

Setelah agak lama, aku merasakah gelombang orgasme akan datang.
 

“sss….aku mau keluar mas…essstt…ahh…”, bisikku ke Faizal. Dia mengangguk kecil lalu menggenjotku dengan lebih keras. Ah…sedikit sakit tapi betul-betul semakin nikmat dan…
 

“MAs…mas…Aaaaaaaaaaaaaaaaaah”, aq berteriak lepas, kali ini betul-betul lepas. Oh my god! Mq aku berkontraksi dengan kuat, meremas penis karyawan aq itu. Tubuhku kelojotan dan Faizal susah payah menahan tubuhku supaya penisnya tidak tercabut akibat orgasm aq ini.
 

Tubuhku bergetar selama beberapa detik, ouhhhh sungguh kenikmatan yang luar biasa.
 

Faizal lalu mencabut penisnya dari mq aq. wow…masih tegang kuat perkasa! Dia lalu kembali merengkuh lengan Silvy dan merebahkannya keranjang. Ah, kali ini Silvy tidak menolak. Aq lalu berdiri dan rebahan disisi yang lain supaya tidak mengganggu posisi mereka.
 

Singkat cerita, Silvy kembali digenjot dengan ganas oleh Faizal. Erangan-erangan erotis penuh kenikmatan keluar dari mulut Silvy. Sampai Faizal harus menciumnya dengan kuat agar erangan erotis itu tidak terlalu keras dan kedengaran keluar kamar.
 

Hehehehe…Kulihat Linda diam saja melihat cece-nya digaulli cowok hitam itu. Mungkin ini pertama kalinya dia melihat hal seperti ini. Hm… Cara maen Faizal ini memang kasar, kayak dipuas-puasin gitu seperti pemerkosa beneran. Tapi ntah kenapa, aq dan Silvy menyukainya!
 

Setelah beberapa menit diperkosa, Silvy mengerang dengan sangat keras tanda dia mengalami orgasm yang sangat kuat. Tubuhnya gemetaran persis seperti aq tadi. Kemudian Faizal memcabut penisnya dan membiarkan Silvy kecapaian sehabis dipake.
 

Silvy memindahkan posisi tubuhnya dan tiduran persis disamping aq. Nafasnya tersengal-sengal, matanya terpejam kecapaian, tetapi wajahnya nampak puas. Kayaknya dia baru kali ini merasakan kenikmatan orgasm.
 

“masih bisa ta mas?”, tanyaku genit. Faizal cuman menyeringai. Dia belum ejakulasi setelah memakai dua ce chinese cantik ini. Wew…minum obat apa ya?
 

Lalu kulihat Faizal, yang masih telanjang bulat dengan penis hitam besar yang mengacung kedepan itu, mendekati Linda. Aku kaget dan menggoyang badannnya Silvy supaya dia tahu apa yang terjadi.
 

“Mas jangan ganggu adikku!”, ujar Silvy lemas, dia masih dikuasi oleh kenikmatan orgasmnya. Faizal menjawab ngga kok. Selama dia mau kan ya gapapa. Kalo dia juga ikutan kedalam geng kita ini, maka dia ngga akan lapor orang tua kalian kan? Artinya, kamu dan saya aman-aman aja. Hm…masuk akal juga pemikirannya.
 

“Tapi…”, Silvy masih berusaha menahan Faizal tetapi dia sendiri juga takut kalo tingkah lakunya ini dilaporkan adiknya ke orang tuanya. Bisa berabe! Inilah yang disebut sebagai dilema!
 

Faizal dengan tenang berdiri didepan Linda dan membiarkan penisnya yang besar itu mengacung persis didepan mulut cewek putih cantik itu. Linda menutup matanya dengan kuat, seakan berusaha menolak. Tapi aq lalu berpikir, kalo emang Linda ga mau, ngapain dia diam saja. Dia bisa saja pergi kan? Saat itu aq betul-betul heran!
 

Karyawan aq itu lalu berjalan kebelakangnya Linda. Dia lalu mulai menciumi pipi gadis itu. Linda menolak. Faizal cuman tersenyum aja. Dia lalu melepas kemeja putih tipis yang dipake Linda, dengan sedikit perlawanan. Faizal lalu menciumi punggung Linda dan menjilatinya dari bawah keatas. Tangannya berusaha meremas payudara gadis itu tetapi masih mendapat perlawanan sengit. Aku dan Silvy cuman bisa menonton sambil merasa gundah dan dilema.
 

Setelah agak lama, aq bisa melihat nafasnya Linda semakin tidak teratur. Faizal lalu berhasil menyusupkan lengannya dari belakang kedepan dan mulai meremasi payudara Linda sambil terus menciumi tengkuk dan punggungnya.
 

“Ahhh..sshh….”, sebuah erangan kecil keluar dari mulut adik temenku yang masih SMA kelas 3 itu. Payudaranya yang mungil tetapi sexy diremasi dengan cukup kuat oleh Faizal. Mata Linda terpenjam dan bibirnya mulai digigit! ouh…sudah mulai jatuh nih cewek!
 

Faizal lalu menghentikan serangan erotisnya dan berpindah kedepan. Dilepasnya bra bikini hitam yang dipakai oleh Linda itu TANPA perlawanan. Lalu dengan ganas dilahapnya kedua payudara Linda. Dijilatinya puting berwarna merah muda itu sambil memilin-milin putingnya yang lain. “auh…mas….shhhhhhhhhh”, erang Linda semakin keras.
 

Yap, this girl has fall! Ternyata dia sudah terangsang melihat aq dan Silvy disetubuhi oleh cowok jawa ini dan sekarang nampaknya adalah giliran dia! Seandainya dia tadi tidak melihat adegan seks kami bertiga, dia tentu tidak akan jatuh semudah ini! Aduuuuh…
 

Merasa sudah cukup, Faizal lalu menggendong adik Silvy itu keranjang dan dengan segera menindihnya. Faizal melumat bibir tipis gadis SMA kelas 3 itu dengan penuh nafsu sambil penisnya digosok-gosokkan ke daerah vaginanya. Kulihat Silvy meneteskan airmata. Dia tidak tahu harus berbuat apa. kasihan!
 

Tak lama kemudian, kulihat Faizal menarik celana dalam bikini hitam Linda dan melemparkannya ke lantai. Vagina Linda nampak sangat indah, tidak begitu lebat rambutnya. Linda nampak pasrah. Faizal lalu menyentuh vaginanya Linda. Wah… Mbaknya udah terangsang ya. basah basah basah….memeqnya, godanya genit, meniru sebuah lagu dangdut.
 

Dia lalu kembali menindih Linda dan menciumnya dengan penuh nafsu. Linda hanya pasrah dan kulihat sesekali membalas ciuman bibir Faizal. Penis karyawan aq itu digesek-gesekkan persis dibelahan vagina Linda sambil kedua tangannya meremasi payudara ranum milik adik temen aq itu.
 

Aq ngga begitu tahu apa yang terjadi, tetapi nampaknya gerakan gesek-menggesek itu cukup efektif untuk pelan-pelan membelah vagina Linda agar tidak terlalu sakit. Aq lihat lama-lama, penis hitam besar itu semakin menghilang, masuk kedalam liang vagina Linda.
 

Linda semakin tidak bisa mengontrol dirinya, kenikmatan (sekaligus rasa sakit mungkin ya) betul-betul telah menguasainya, ditambah faizal tidak henti-hentinya melumat puting dan meremas payudara gadis itu.
 

Tak lama kemudian, nampaknya penis Faizal telah dengan penuh masuk kedalam vagina Linda dan mereka kemudian semakin ganas bersetubuh.
 

“ahh…sssss…auh auh…”, erang Linda merasakan tubuhnya dinikmati oleh karyawan aq ini. Faizal nampak sangat berpengalaman menggauli cewe dari gayanya, sedangkan Linda cuman diam pasrah tubuhnya betul-betul dinikmati dengan kasar oleh Faizal.
 

Setelah lewat beberapa menit, Linda nampak semakin liar dan tiba-tiba tubuhnya menyentak dengan mendadak sambil berteriak “ah…cece….aaahhhsss…ceeeeee”! Tangannya mencengkeram bahu Faizal dengan kuat dan kepalanya mendongak keatas. Tubuhnya bergetar dan Faizal terus menggenjotnya dengan kasar sampai Linda menyelesaikan kenikmatan orgasm-nya! “sss.s…cece…sss…….ahhhhhhhhhh”!
 

Linda lalu terkulai lemas, nafasnya tersengal-sengal. Faizal nampaknya masih belum puas. Dia kembali dengan ganas mengkocok penisnya yang besar itu sampai Linda mengerang sedikit kesakitan. Semakin lama genjotannya semakin cepat dan
 

“Ah…mbak…enaknya mbak.shhhhhh…aaaaaaaaaaaaaaah!”, teriak faizal keenakan. Oh! Dia menyemprotkan spermanya didalam! wah kurang ajar ini anak!!!! Dia berkelojotan sebentar diatas tubuh Linda lalu rebah kesamping.
 

Suasana menjadi hening. Hanya isak tangis ringan terdengar. Silvy dan Linda berpelukan dalam kondisi bugil. Faizal, yang hanya memakai celana dalam, asik menonton TV sambil merokok. Bercak merah keperawanan Linda jelas tercecer di sprei kamar hotel ini.


====================================================================================


^^Agent Bet Online Terbesar , Terpercaya , Terlengkap "1 User ID untuk semua game" ^^
"Hanya Dengan 1 User ID bisa untuk Semua Game"
SPORT | CASINO | TOGEL | TANGKAS | POKER & DOMINO


PROMOTION :

- Bonus Cashback Mingguan Hingga 15%
- Bonus Refrensi 2,5% Seumur Hidup
- Min Bet & Parlay 10rb
- Min Depo & WD 50rb
- Bonus rollingan 0.8%
- BCA - Mandiri - BNI - BRI - Danamon

Hubungi Kami.....:
Custumer Service 24 Jam Online :

Ym : bolapelangi_cs1@yahoo.com
bolapelangi_cs2@yahoo.com
BBM : 2B22E2CF
Tel : +855-16988104
Skype : Bola Pelangi
FB fanspage : bolapelangi.com
Agen Casino, Agen Online, Bandar Bola, Bolapelangi, Terbesar dan Terpercaya, Indonesia